PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Langkah nyata untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kembali ditunjukkan oleh DPRD setempat.
Hal itu ditandai dengan Anggota DPRD Parigi Moutong Candra Setiawan, didampingi Ketua Fraksi PKB Komisi IV H. Wardi, secara resmi menyerahkan surat hibah lahan masyarakat kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pembangunan Puskesmas Rawat Inap di Kecamatan Taopa. Penyerahan tersebut dilakukan langsung di Rumah Jabatan Bupati Parigi Moutong pada Selasa, 28 April 2025, disaksikan oleh Camat Taopa dan unsur Pemda lainnya.
“Audiensi ini berkaitan dengan lahan hibah masyarakat yang disampaikan ke Pemerintah Desa, lalu diteruskan ke Pemda. Harapannya, lahan ini digunakan sebagai lokasi pembangunan Puskesmas Rawat Inap di Taopa,” ujar Candra Setiawan.
Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan akan fasilitas kesehatan di wilayah utara khususnya Taopa sangat mendesak. Mengingat, selama ini masyarakat harus menempuh perjalanan jauh ke Bolano Lambunu, Bolano, bahkan hingga ke Kecamatan Moutong hanya untuk mendapatkan layanan medis dasar.
“Ini merupakan aspirasi yang dititipkan masyarakat kepada kami sebagai representasi Dapil IV. Penyerahan surat hibah ini sudah melalui musyawarah antara pemerintah desa dan kecamatan, yang kemudian disepakati titik lokasi pembangunannya,” lanjutnya.
Ia pun berharap pembangunan ini dapat direalisasikan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun anggaran 2026 mendatang. Terlebih, masyarakat sangat antusias membantu dengan sukarela menghibahkan lahannya demi kepentingan bersama.
“Masyarakat sangat mendukung. Kami datang langsung bersama Camat Taopa mengantarkan surat hibah tersebut, dan telah ditandatangani bersama oleh Pj Bupati Parigi Moutong,” tuturnya.
Sementara itu, Kasubag Perencanaan Humas dan Informasi Dinas Kesehatan, Hendrik Bastian, menuturkan bahwa pihak Kementerian Kesehatan sudah membuka peluang usulan pembangunan puskesmas dari daerah untuk tahun 2026.
“Dokumen yang lengkap akan diprioritaskan untuk pembiayaan di rapat multilateral meeting oleh Kemenkes,” jelasnya.
Hendrik menambahkan, dari delapan puskesmas yang diusulkan, tiga di antaranya saat ini telah lengkap dokumennya. Yaitu Puskesmas Taopa, Tada, dan Pangi.
“Kami targetkan tiga puskesmas itu bisa segera masuk daftar usulan prioritas. Kalau dokumen sudah siap, peluang sangat terbuka,” tutup Hendrik.
Laporan : Tommy Noho









