Komitmen Tekan Stunting di Parigi Moutong Terus Digaungkan

oleh -260 Dilihat
oleh
Komitmen Tekan Stunting di Parigi Moutong Terus Digaungkan
Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang digelar oleh Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, pada Senin (28/04/2025), Pj Bupati Richard Arnaldo, menyoroti seriusnya masalah stunting yang masih menjadi tantangan nasional. Foto: IST

PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka stunting. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) di Aula Bappelitbangda, Senin (28/04/2025), dengan tema “Penguatan Kelembagaan Capaian Target Stunting.”

Penjabat Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, dalam sambutannya menyoroti seriusnya masalah stunting yang masih menjadi tantangan nasional. Ia merujuk data Global Nutrition Report 2018 dan Riskesdas 2018 yang menunjukkan Indonesia termasuk lima besar negara dengan prevalensi balita stunting tertinggi di dunia.

“Fenomena ini menjadi sinyal kuat adanya permasalahan dalam manajemen pelayanan dasar, terutama dalam pencegahan dan penurunan stunting yang belum optimal dalam skala, kualitas, dan keterjangkauan, terutama bagi ibu hamil dan anak di bawah usia dua tahun,” kata Richard Arnaldo di hadapan peserta rakor.

Baca Juga:  Mendatangkan Dua Menteri Bukti Keseriusan PEKNAS Bangun Perekonomian di Sulteng

Menurutnya, percepatan penurunan stunting bukan hanya soal angka, tetapi menjadi momentum untuk membenahi layanan dasar seperti kesehatan ibu dan anak, konseling gizi, akses air minum bersih, sanitasi, pendidikan usia dini, dan perlindungan sosial yang lebih terintegrasi dan tepat sasaran.

“Ini adalah kerja kolektif, dan kami bersyukur karena upaya kita mulai menunjukkan hasil,” ujar Richard, menanggapi penurunan angka stunting di Parigi Moutong dari 31,7 persen pada 2021 menjadi 27,4 persen di 2022, meski sedikit meningkat menjadi 28,5 persen di 2023.

Ia pun menegaskan, sampai saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) terus mengintegrasikan program percepatan penurunan stunting ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RKPD dan Renja OPD. Fokus utamanya adalah menjangkau kelompok sasaran dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu masa krusial dalam tumbuh kembang anak.

Baca Juga:  Wagub Sulteng Gandeng Baznas, Kolaborasi “9 BERANI” Diperkuat untuk Tekan Kemiskinan

Ia juga mengapresiasi peningkatan partisipasi daerah dalam aksi konvergensi stunting secara nasional. Dimana pada 2021 hanya 67 persen daerah yang aktif, maka pada 2024 seluruh kabupaten/kota telah terlibat aktif dalam program percepatan penurunan stunting.

Olehnya ke depan, Richard menekankan pentingnya kerja lintas sektor, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, untuk memastikan pelayanan benar-benar sampai ke tangan kelompok sasaran. Diantaranya remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0–59 bulan.

“Saya berharap rakor ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tapi mendorong pelayanan yang lebih menyentuh, kolaboratif, dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Baca Juga:  Tiga Syarat Kapal Penangkap Ikan Dapatkan BBM Bersubsidi

Laporan : Abdul Farid