PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi PDI Perjuangan, Fathia, menegaskan pentingnya memasukkan aspirasi petani ke dalam program prioritas Pemerintah Daerah (Pemda).
Hal ini ia sampaikan saat melaksanakan kegiatan reses masa persidangan kedua tahun 2024–2025 yang digelar di Desa Siney, Kecamatan Tinombo Selatan, pada Ahad (27/4/2025).
“Sektor pertanian bukan sekadar urusan teknis, tetapi menyangkut ketahanan pangan dan ekonomi lokal yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Sehingga harus benar-benar di prioritaskan,” ungkap Fathia.
Dalam suasana reses yang berlangsung penuh keakraban dan partisipatif tersebut, ia pun menyampaikan dengan tegas kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, perempuan, serta perwakilan dari sejumlah desa di sekitar Kecamatan Tinombo Selatan, akan mengawal seluruh aspirasi dan harapan yang selama ini mereka rasakan.
Sontak hal itu langsung mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat dan juga pemerintah desa.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Dewan. Ini bukan hanya soal menyampaikan aspirasi, tetapi lebih dari itu, kami merasa didengarkan dan diperhatikan,” ujar salah satu perwakilan pemerintah desa.
Dari sekian banyaknya permasalahan yang disampaikan dalam reses, sektor pertanian menjadi keluhan paling dominan. Dimana, warga mengeluhkan kurangnya dukungan sarana produksi seperti benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga akses permodalan.
Selain itu, masalah irigasi dan pemasaran hasil pertanian juga turut disoroti sebagai hambatan dalam meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.
“Kami sudah lama berharap ada perhatian nyata. Semoga dengan kehadiran Ibu Dewan hari ini, suara kami bisa lebih kuat sampai ke Pemda,” ungkap seorang Ketua Kelompok Tani.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Fathia menyampaikan bahwa sebagai anggota Komisi II DPRD Kabupaten Parigi Moutong yang membidangi pertanian, dirinya memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memperjuangkan kebutuhan para petani.
“Saya memahami betul bahwa pertanian adalah sektor vital bagi masyarakat kita. Aspirasi bapak dan ibu sekalian akan saya kawal supaya bisa terakomodasi dalam program prioritas Pemda Kabupaten Parigi Moutong,” tuturnya di hadapan peserta reses.
Dalam kegiatan ini, Fathia tak hanya menyerap aspirasi formal, melainkan dirinya menunjukkan kepedulian sosial. Dimana ia langsung menyahuti permintaan warga terkait pembangunan masjid di Dusun III Desa Siney, dengan menyerahkan bantuan pribadi berupa 50 sak semen kepada panitia pembangunan masjid. Bantuan itu diserahkan langsung seusai kegiatan reses sebagai bentuk komitmen membangun spiritualitas masyarakat.
“Saya percaya, pembangunan rumah ibadah adalah bagian dari membangun karakter masyarakat. Karena saya juga ingin masuk surga, maka insyaallah melalui kesempatan ini saya pribadi memberikan bantuan 50 sak semen. Semoga sumbangan kecil ini bisa mempercepat proses pembangunan masjid kita,” ujarnya.
Setelah dari Desa Siney, Fathia melanjutkan rangkaian resesnya dengan melakukan kunjungan langsung ke beberapa desa di wilayah Kecamatan Kasimbar. Melalui metode door to door, ia menyapa masyarakat secara personal, dari rumah ke rumah, untuk mendengar langsung suara warga tanpa sekat birokrasi.
Dalam kunjungan itu, ia banyak menerima masukan terkait penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kebutuhan irigasi pertanian, hingga bantuan sosial bagi komunitas perempuan dan pemuda. Fathia menilai bahwa pendekatan langsung semacam ini sangat penting. Tujuannya agar dirinya bisa memahami kondisi riil masyarakat.
“Melalui pendekatan langsung seperti ini, saya ingin mendengar sendiri suara masyarakat. Saya tidak ingin hanya mendengar lewat laporan, tapi merasakannya bersama mereka. Saya berkomitmen untuk tidak hanya menyerap, tetapi juga memperjuangkan aspirasi yang benar-benar dibutuhkan warga,” tegasnya.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan resesnya, Fathia menyatakan bahwa semua aspirasi yang diterima, baik melalui forum resmi maupun kunjungan langsung, akan dirangkum sebagai bagian dari pokok-pokok pikiran DPRD untuk kemudian diperjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama Pemda Parigi Moutong.
“Saya pastikan semua aspirasi masyarakat yang telah disampaikan akan saya bawa ke meja pembahasan. Aspirasi petani, UMKM, pemuda, perempuan, hingga pembangunan masjid harus menjadi bagian dari program prioritas Pemda. Kita tidak boleh membiarkan suara rakyat berhenti di forum ini saja,” pungkasnya.
Laporan : Abdul Farid









