PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Kepala Desa Sintuwu Raya, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), memprotes keras carut-marut penyaluran bantuan sosial yang dinilai tak tepat sasaran. Data penerima yang tidak mutakhir memicu kemarahan warga dan membuat pemerintah desa kewalahan menghadapi protes.
Kepala Desa Sintuwu Raya, Rano L, mengeluhkan kekacauan dalam penyaluran bantuan sosial di wilayahnya. Ia menyampaikan protes itu lewat pesan WhatsApp pada Rabu (3/11/2025), setelah menerima gelombang aduan dari warga yang merasa dirugikan oleh pendataan yang tidak sesuai kenyataan di lapangan.
“Ini tidak tepat sasaran, Pak. Saya ini pelayan masyarakat, jadi semua menyerang ke saya. Ada yang punya mobil dapat bantuan, sementara yang betul-betul butuh malah tidak kebagian,” ujar Rano.
Rano menjelaskan bahwa persoalan ini muncul karena data penerima berasal dari sistem pusat Kementerian Sosial. Data tersebut tidak memperhitungkan perubahan kondisi sosial ekonomi warga di desa, sehingga banyak nama yang seharusnya tidak lagi menerima bantuan tetap tercantum.
“Kalau bisa, Pak, pendataan itu diserahkan saja ke desa. Desa bisa menugaskan RT dan RW untuk mendata ulang siapa yang sudah dapat dan siapa yang belum,” kata Rano.
Ia juga menyoroti banyaknya data yang sudah tidak valid. Menurutnya, daftar penerima yang dikirim ke desa masih memuat warga yang sudah meninggal, pindah, atau sebenarnya tidak memenuhi kriteria.
“Data yang datang ke desa itu banyak yang sudah tidak sesuai. Masa yang sudah dapat, dapat lagi, sementara yang tidak malah kasihan,” pungkasnya.
Laporan: Iskandar Miu









