Kemiskinan Ekstrem di Parigi Moutong Turun Drastis

oleh -233 Dilihat
oleh
Kemiskinan Ekstrem di Parigi Moutong Turun Drastis
Ilustrasi Kemiskinan. Foto: IST

PARIMO, KONTEKS SULAWESIUpaya serius Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem mulai menunjukkan hasil nyata. Dalam tiga tahun terakhir, angka kemiskinan ekstrem di wilayah ini berhasil ditekan drastis dari 6,39 persen menjadi 1,3 persen pada tahun 2024.

Capaian ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong, Irwan, saat ditemui awak media di Parigi, Rabu (14/5/2025). Ia mengungkapkan bahwa penurunan signifikan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor yang terus didorong secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya, 256 Personel Dikerahkan

“Angka kemiskinan ekstrem sangat banyak turunnya, karena tiga tahun lalu 6,39 persen, sekarang 1,3 persen,” ujar Irwan.

Ia pun menjelaskan tak hanya pada kemiskinan ekstrem, angka kemiskinan umum di Parigi Moutong juga menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, dari 17 persen menjadi 14,2 persen.

Salah satu motor penggeraknya adalah program Gerakan Cepat Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat atau Gercep Gaskan Berdaya, yang diluncurkan tahun 2024.

“Program tersebut didukung hibah sebesar Rp8 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, menyasar 813 Kepala Keluarga di lima kecamatan. Diantaranya Kecamatan Palasa, Tinombo, Tinombo Selatan, Sidoan, dan Tomini,” jelas Irwan.

Baca Juga:  Bumdes Raja Basar Lobu Gelar Tanam Padi Serentak untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Ia menuturkan bahwa program ini dirancang berbasis kebutuhan masyarakat dan mengedepankan pemberdayaan ekonomi lokal. Selain itu, Bappelitbangda juga fokus membuka aksesibilitas untuk wilayah terpencil, khususnya pemukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) di daerah pegunungan. Meski terbatas anggaran, pembangunan tetap dijalankan secara swakelola demi efektivitas.

“Alat berat itu nanti sudah selesai baru diturunkan. Dilakukan dengan swakelola, tinggal menyiapkan anggaran untuk operator dan bahan bakar. Dengan begitu, bisa lebih cepat intervensinya,” terangnya.

Ke depan, kata ia, kolaborasi antara pemerintah daerah dan provinsi diharapkan terus terjaga untuk melanjutkan program strategis ini di tahun-tahun mendatang. Sebab menurutnya, komitmen terhadap pembangunan yang inklusif dan berkeadilan menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.

Baca Juga:  Kafilah Sulteng Siap Ikuti MTQ Nasional ke-30 di Samarinda

“Kami berharap, masih ada kolaborasi untuk program ini. Karena tahun kemarin, kami bersama-sama Pemprov Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Laporan : Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *