Aturan Baru Masuk Sekolah 2025, Jalur Prestasi Jadi Sorotan

oleh -307 Dilihat
oleh
Aturan Baru Masuk Sekolah 2025, Jalur Prestasi Jadi Sorotan
Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong menggelar Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026. Foto: Istimewa

PARIMO, KONTEKS SULAWESIDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, resmi memperkenalkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang akan berlaku pada tahun ajaran 2025/2026.

Sistem ini menggantikan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebelumnya dengan aturan yang lebih ketat dan transparan.

“Pemahaman menyeluruh dari semua pihak sangat penting agar sistem ini bisa berjalan lancar,” kata Kepala Bidang Manajemen Pembinaan Sekolah Dasar pada Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, dalam Sosialisasi Pedoman Pengelolaan Ijazah dan SPMB Jenjang Sekolah Dasar di Aula Lantai II Kantor Bupati setempat, Jumat (23/5/2025).

Baca Juga:  Pemerintah Berikan Enam Lahan Tambang ke Ormas Keagaman

Ia menegaskan, tujuan penerapan SPMB adalah menciptakan sistem penerimaan siswa yang lebih adil, inklusif, dan memberi kesempatan sama bagi anak dari berbagai latar belakang.

“Sistem ini dirancang agar tidak ada diskriminasi, semua anak memiliki akses yang sama untuk bersekolah sesuai jalur yang tersedia,” ujarnya.

Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), terdapat tiga jalur masuk. Diantaranya jalur Domisili (berdasarkan jarak rumah ke sekolah), Afirmasi (bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas), serta Mutasi (untuk anak guru atau orang tua yang pindah tugas).

Baca Juga:  Warga Perbatasan Moutong Desak Beberapa Hal Dalam Agenda Reses Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong

Sedangkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), jalur penerimaan diperluas menjadi empat, yaitu jalur Domisili, Afirmasi, Prestasi (bagi siswa berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik), serta Mutasi.

Menurut Ibrahim, jalur prestasi akan menjadi perhatian khusus karena merupakan wadah bagi siswa berkemampuan unggul untuk mendapat akses pendidikan yang lebih baik.

Selain itu, ia meminta agar sekolah, orang tua, dan masyarakat proaktif memahami mekanisme baru tersebut. Sehingga pelaksanaannya dapat berjalan tertib tanpa menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Kami berharap sekolah maupun orang tua benar-benar mempersiapkan diri menyambut penerapan sistem baru. Ini demi terciptanya pendidikan yang berkualitas dan merata di Parigi Moutong,” pungkasnya.

Baca Juga:  Nizar Ajak Masyarakat Lemusa Hindari Perpecahan Saat Pilkada

Laporan : Tommy Noho