Aswini Dimple Buka Aksi Penanaman 2.000 bibit Mangrove di Oncone Raya

oleh -2788 Dilihat
oleh
Sejumlah peserta aksi lingkungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan pemerintah, relawan, dan pemuda lokal, bersiap menanam bibit mangrove di pesisir Pantai Oncone Raya, Kecamatan Tinombo Selatan, dalam rangka peringatan Hari Mangrove Sedunia, Minggu (27/7/2025). Foto: Prokopim Setda Parigi Moutong.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam secara simbolis di pesisir Pantai Oncone Raya, Kecamatan Tinombo Selatan, Parigi Moutong, Minggu (27/7/2025). Penanaman ini menandai peringatan Hari Mangrove Sedunia dan peluncuran kawasan “Laboratorium Edukasi Mangrove” berbasis masyarakat.

Aksi lingkungan ini digagas oleh kolaborasi lintas sektor mulai dari Karang Taruna, Pemuda Peduli Mangrove, Yayasan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA), hingga Yayasan KEHATI. Program ini juga mendapatkan dukungan internasional melalui Program SOLUSI dari Kementerian PPN Bappenas dan Pemerintah Jerman lewat Kementerian BMUV dalam kerangka Inisiatif Iklim Internasional (IKI).

“Melalui kerja sama ini, inisiatif lokal diperkuat untuk menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, abrasi, dan degradasi mangrove,” ujar Aswini Dimple, Staf Ahli Bupati Parigi Moutong.

Baca Juga:  Forkom DWP Sulteng, Komitmen Dukung Indonesia Emas 2045

Kegiatan ini bukan hanya simbolik, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan daerah. Rangkaian acara diwarnai dengan penanaman mangrove, edukasi lingkungan, serta deklarasi komitmen pelestarian pesisir.

“Mangrove bukan sekadar hutan pinggir laut. Ia adalah pelindung alam dan sandaran hidup banyak masyarakat nelayan,” demikian kutipan sambutan Bupati Parigi Moutong yang dibacakan oleh Aswini Dimple.

Oncone Raya sebelumnya dikenal sebagai kawasan rawan abrasi dan kehilangan ekosistem akibat alih fungsi lahan. Kini, dengan penetapan sebagai laboratorium edukasi, wilayah ini diharapkan menjadi episentrum rehabilitasi pesisir berbasis ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, dan kesadaran ekologis.

Baca Juga:  Bocah Hilang di Hutan Banggai Laut Ditemukan Meninggal

Menurut Aswini, kunci keberhasilan terletak pada sinergi semua pihak. “Pemerintah, kampus, dan komunitas harus menjadi simpul kekuatan dalam menjaga keseimbangan alam,” tegasnya.

Lebih dari sekadar penanaman, kegiatan ini menyalakan semangat baru bagi pemulihan lingkungan dan solidaritas sosial. Salah seorang relawan muda menyebut aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan.

“Ini bukan sekadar menanam pohon. Ini adalah menanam harapan dan menyambung hidup bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Sumber: Prokopim Setda Parigi Moutong