Gema Al-Qur’an Iringi Pembukaan MTQ ke-16 Mepanga

oleh -2651 Dilihat
oleh
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parigi Moutong, Aziz Tombolotutu, saat membacakan sambutan Bupati dalam pembukaan MTQ ke-16 tingkat Kecamatan Mepanga, yang digelar di Lapangan Desa Gurinda, Minggu malam (27/7/2025). Tampak mendampingi sejumlah tokoh agama dan unsur Forkopimcam. Foto: Prokopim Setda Parigi Moutong.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Suara merdu lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Lapangan Desa Gurinda, Kecamatan Mepanga, Minggu (27/7/2025). Sore itu, udara desa yang biasanya tenang berubah menjadi saksi hadirnya semangat religius yang membuncah dari warga yang berkumpul. MTQ ke-16 tingkat Kecamatan Mepanga bukan hanya ajang lomba tilawah, tapi telah menjelma menjadi pesta spiritual dan budaya yang menyatukan masyarakat lintas generasi.

Acara ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Parigi Moutong, Aziz Tombolotutu, yang hadir mewakili Bupati. Tampak hadir pula Camat Mepanga Rusmin Suseno, Forkopimcam, tokoh agama, kepala desa se-Kecamatan Mepanga, hingga ratusan warga yang memadati lokasi.

“MTQ bukan sekadar seremoni keagamaan. Ia adalah strategi membangun fondasi spiritual masyarakat sekaligus penguatan jati diri daerah,” ujar Aziz.

Baca Juga:  DPRD Parimo Pelajari Tata Kelola Pajak Reklame Makassar untuk Dongkrak PAD

Momentum MTQ tahun ini, kata Aziz, menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan pembangunan spiritual sebagai pondasi pengembangan masyarakat. Dalam dokumen RPJMD, peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keagamaan telah menjadi prioritas jangka menengah Parigi Moutong.

“MTQ adalah ruang pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Ia membentuk karakter masyarakat yang religius, toleran, dan tangguh menghadapi perubahan zaman,” tambah Aziz.

Di tengah derasnya arus digital dan tantangan globalisasi, kegiatan seperti MTQ tetap relevan sebagai ruang perlawanan kultural dan spiritual. Apalagi di wilayah seperti Mepanga yang geografisnya terpencil, kekuatan komunitas dan nilai agama menjadi tiang utama ketahanan sosial.

Baca Juga:  BNPB Turun Tangan, Bupati Erwin Burase Serahkan Bantuan Korban Karhutla Parimo

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong pun menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat program keagamaan melalui dukungan anggaran, pelatihan qori/qoriah, dan kemitraan dengan lembaga pendidikan Islam. Ruang-ruang seperti MTQ dipercaya menjadi alat transformasi sosial yang menjangkau langsung ke akar rumput.

Penutupan MTQ dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari mendatang, ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para juara dan refleksi bersama masyarakat serta tokoh agama.

“Kami ingin masyarakat Parigi Moutong dikenal sebagai masyarakat yang beriman, cerdas, dan saling menghargai. Dan semuanya bisa dimulai dari ruang sederhana seperti MTQ ini,” pungkas Aziz.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ mengungkapkan, MTQ tingkat kecamatan menjadi sarana pembentukan generasi Qurani di desa-desa. Dari lomba tilawah, tahfidz, hingga tartil, hampir seluruh desa mengirimkan peserta terbaiknya. Yang menarik, banyak di antara mereka adalah anak-anak muda dan santri remaja, pertanda bahwa estafet nilai Islam terus hidup dan mengakar.

Baca Juga:  29 Atlet Parimo Dilepas Bertanding di POPDA Sulteng

Ajang ini juga memperlihatkan semangat kolektif antar-desa. Ratusan warga terlibat sebagai panitia, penyedia konsumsi, hingga penyedia penginapan untuk peserta. Lapangan desa menjelma menjadi ruang gotong royong dan silaturahmi lintas usia dan profesi.

“MTQ ini bukan semata-mata tentang siapa yang menang. Tapi bagaimana Al-Qur’an tetap menjadi cahaya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” tutur Ketua Panitia MTQ.

Sumber: Prokopim Setda Parigi Moutong.