PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo) akhirnya merespons keluhan warga terkait padamnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan pesisir Kelurahan Kampal dan Bantaya. Warga menilai kondisi tersebut berbahaya karena jalur itu padat penduduk dan kerap dilalui masyarakat pada malam hari.
Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Setda Parimo, Haerudin, mengungkapkan pihaknya akan meninjau langsung lokasi serta segera melaporkan kondisi tersebut ke pimpinan.
“Ada sekitar 35 tiang penerangan yang sama sekali tidak berfungsi. Padahal, jalur itu merupakan kawasan padat penduduk,” ujar Haerudin, Jumat (26/9/2025).
Ia menambahkan, lampu PJU di wilayah tersebut sebenarnya dibangun sejak 2015 melalui sistem tenaga surya dan bukan milik Pemda Parimo. Karena itu, rencana perbaikan akan dibicarakan bersama Bupati Parimo Erwin Burase.
“Bupati Parimo akan melakukan audiensi dengan PT Solarens Ledindo untuk membahas penambahan mata lampu tenaga surya,” jelasnya.
Sementara untuk jalur dua Petapa, Haerudin menyebutkan dibutuhkan anggaran cukup besar karena sistem kabel yang ditanam di bawah tanah.
“Pengadaan kabel bawah tanah bisa menelan biaya sekitar Rp400 juta. Saat ini anggarannya memang belum tersedia, tetapi persoalan ini tetap akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho











