Polda Sulteng dan FKUB Perkuat Moderasi Beragama Lewat Bhabinkamtibmas

oleh -1570 Dilihat
oleh
Para peserta dan pejabat yang hadir dalam acara pelatihan Penguatan Pemahaman Moderasi Beragama bagi Bhabinkamtibmas yang diselenggarakan oleh Polda Sulteng dan FKUB Sulteng. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama di kalangan aparat kepolisian yang berada di garda terdepan, yakni Bhabinkamtibmas, untuk menanggulangi intoleransi dan radikalisasi. Acara ini berlangsung di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng pada Rabu (30/7/2025). Foto: IST

PALU, KONTEKS SULAWESI – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi Bhabinkamtibmas. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, (30/7/2025), di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Hj. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi, antara lain Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, SIK., MH, Ketua DPRD Provinsi M. Arus Abdul Karim, Ketua FKUB Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, serta tokoh lintas agama dan unsur Forkompimda.

“Pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman moderasi beragama hingga ke tingkat akar rumput, dengan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak di desa dan kelurahan,” ujar Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Sulteng, Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly, SH., MH.

Baca Juga:  Pentingnya Peran Media di Sulteng Publikasikan Isu Transisi Energi

Menurut Sirajuddin, penyebaran pemahaman moderasi beragama sangat penting guna menangkal ideologi intoleran, radikal, dan ekstrem yang dapat memicu konflik sosial.

“Jika tidak diantisipasi, pemahaman agama yang keliru bisa memicu perselisihan di tengah masyarakat. Di sinilah pentingnya peran Bhabinkamtibmas dalam memberikan edukasi yang menyejukkan,” tambahnya.

Sebanyak 150 personel dari 12 Polres di jajaran Polda Sulteng mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dan diperluas hingga ke tingkat kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi pemicu meningkatnya indeks toleransi di Sulawesi Tengah serta terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkas Kombes Sirajuddin Ramly.

Baca Juga:  Target Rp20 Miliar Membayangi RSUD Raja Tombolotutu, Beban Honor Rp7 Miliar Jadi PR

Laporan: Tommy Noho