22 Mahasiswa Parimo Diberangkatkan ke Poltekesos Bandung

oleh -516 Dilihat
oleh
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid (tengah), menyampaikan sambutan saat acara pelepasan 22 mahasiswa penerima program pendidikan sosial di Poltekesos Bandung, yang digelar di Aula Mako Tagana, Rabu (31/7/2025). Turut hadir Kepala Dinas Sosial Try Nugrah (kiri) dan sejumlah pejabat terkait. Foto: Prokopim Setda Parigi Moutong.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) resmi memberangkatkan 22 mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung. Acara pelepasan berlangsung di Aula Mako Tagana, Rabu (31/7/2025), dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Abdul Sahid.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi daerah dalam menghadapi bonus demografi, dengan menjadikan pendidikan sosial sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami tidak sekadar menguliahkan anak-anak. Ini adalah investasi sosial yang kami bangun demi menyiapkan kader perubahan di masa depan,” ujar Abdul.

Baca Juga:  Gubernur Rusdy Resmi Buka MTQ Tingkat Kecamatan Kasimbar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Parigi Moutong berada di angka 67,45, masih di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 70,05. Hal ini menjadi salah satu pendorong utama dilaksanakannya program afirmatif di sektor sosial, yang selama ini dinilai belum maksimal.

Wakil Bupati Abdul Sahid menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melanjutkan dan memperluas program ini, guna membuka akses pendidikan yang relevan dan berkualitas bagi pemuda dari pelosok daerah.

“Pendidikan ini bukan untuk kebanggaan pribadi semata, tetapi sebagai bekal membangun kampung halamannya. Kita ingin mereka pulang membawa ilmu dan semangat baru,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemda Parimo Dilema, Tambang Moutong Warisan dari Zaman Kerajaan

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Parimo, Try Nugrah menjelaskan. Mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari berbagai kecamatan, mayoritas dari keluarga prasejahtera dan daerah dengan tingkat kerentanan sosial tinggi. Mereka akan menjalani pendidikan selama empat tahun di bawah pembinaan Kementerian Sosial RI.

“Kita butuh SDM yang bukan hanya memiliki empati, tapi juga keahlian teknis. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam pelayanan sosial berbasis komunitas,” pungkas Try Nugrah.

Sumber: Prokopim Setda Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *