PMI Harus Tangguh dan Adaptif Hadapi Zaman

oleh -1966 Dilihat
oleh
Plt. Asisten II Setda Parigi Moutong, Syamsu Nadjamudin (tengah), saat membuka secara resmi Musyawarah Kabupaten Ke-V Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parigi Moutong, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Jumat (1/8/2025). Turut hadir unsur Forkopimda dan perwakilan lembaga terkait. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah melalui Plt. Asisten II, Syamsu Nadjamudin, secara resmi membuka Musyawarah Kabupaten ke-V Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parigi Moutong yang digelar di Lantai II Kantor Bupati, Jumat (1/8/2025).

Dalam sambutannya, Syamsu menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran pengurus serta relawan PMI Parigi Moutong atas dedikasi dan pengabdian yang telah dilakukan, khususnya dalam bidang kemanusiaan, pelayanan donor darah, serta penanganan bencana dan kedaruratan.

“Palang Merah Indonesia bukan hanya simbol pertolongan, tetapi jiwa dari setiap upaya kemanusiaan. Di balik setiap tetes darah yang disumbangkan, di balik setiap langkah di medan bencana, tersimpan ketulusan, keberanian, dalam melaksanakan tugas dengan senyap namun berdampak luar biasa,” ujar Syamsu.

Baca Juga:  Polres Parimo Ringkus Pemuda Warga Sinei Curi 9 Motor untuk Narkoba

Ia menegaskan bahwa PMI bukan sekadar organisasi yang mengandalkan tenaga, namun juga digerakkan oleh nurani dan semangat keikhlasan. Menurutnya, PMI merupakan lembaga yang merepresentasikan keberanian dan pengabdian tanpa batas.

“Palang Merah Indonesia adalah jiwa dari setiap upaya kemanusiaan yang lahir dari semangat keikhlasan, keberanian, dan pengabdian tanpa batas,” tambahnya.

Syamsu menjelaskan bahwa momentum musyawarah ini penting sebagai ruang refleksi dan perumusan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas organisasi PMI agar tetap kokoh, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tetap setia pada prinsip-prinsip dasar kemanusiaan seperti netralitas, kemandirian, dan kesetaraan.

Baca Juga:  Resmob Parimo Ringkus Pencuri Motor dan HP Asal Palu

Ia juga menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks, sehingga PMI dituntut untuk lebih sigap, tangguh, dan kolaboratif dalam menghadapi berbagai kondisi darurat maupun sosial kemasyarakatan.

Selain itu juga ia mengajak seluruh elemen baik lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, maupun sektor swasta untuk terus mendukung program-program PMI dalam memperkuat layanan kemanusiaan di daerah.

“Saya yakin, dengan semangat kebersamaan, inovasi dan ketulusan, Palang Merah Indonesia Parigi Moutong mampu menjawab semua tantangan itu. Tak lupa sinergi antara Pemerintah dan PMI adalah kunci dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh, sehat, dan berdaya,” pungkas Syamsu.

Baca Juga:  Disporapar Minta Pengembangan Wisata Mangrove di Desa Sigenti Selatan Jadi Objek Prioritas

Sumber: Diskominfo Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *