PALU, KONTEKS SULAWESI — Prestasi membanggakan ditorehkan generasi muda Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dalam ajang Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Genre (Adujak) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Tahun 2026.
Bunda Genre Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, didampingi Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong, Kartikowati, menghadiri pembukaan kegiatan yang berlangsung di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Kamis malam (23/7/2026).
Kegiatan berlangsung semarak sekaligus menjadi momentum peringatan 15 tahun perjalanan Duta Genre di Sulawesi Tengah. Adujak 2026 diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama Forum Genre.
Mengusung tema “Miracle Fifteen: The Spirit of Arunika”, kegiatan dibuka Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin.
Ajang yang mempertemukan perwakilan remaja kreatif dari 13 kabupaten/kota tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan, sekaligus kepedulian terhadap berbagai persoalan remaja.
Kontingen Parigi Moutong berhasil menembus sejumlah kategori bergengsi, yakni:
Top 5 GenArt se-Sulawesi Tengah
Top 3 Meaningful Youth Participation (MYP)
Top 3 Forum Genre Kabupaten Terbaik se-Sulawesi Tengah
Top 10 Laporan Bina PIK-Remaja, diwakili Vramansya, Gladys, dan Kezya
Top 10 Overview Program Kerja, diwakili Vramansya
Top 10 Multimedia Challenge, diwakili Vramansya dan Gladys
Top 10 Video Challenge, diwakili Gladys
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Bunda Genre Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga. Ia menilai prestasi yang diraih bukan hanya menunjukkan kemampuan peserta, tetapi juga menjadi bukti semangat dan kreativitas generasi muda daerah.
“T ema ‘The Spirit of Arunika’ mengajarkan kita tentang semangat terbitnya matahari pagi yang membawa harapan dan cahaya baru. Saya ingin para remaja Genre Parigi Moutong tidak hanya mengejar prestasi di ajang ini, tetapi benar-benar menjadi ‘Arunika’, menjadi cahaya penuntun bagi sebaya mereka di kampung halaman,” ujar Hestiwati.
Ia juga mendorong agar keberadaan Forum Genre dan PIK-Remaja tidak berhenti pada kegiatan kompetisi, tetapi mampu memberikan manfaat nyata hingga ke tingkat masyarakat.
Menurutnya, edukasi generasi berencana harus terus diperkuat, terutama dalam upaya mencegah pernikahan anak, perilaku seksual berisiko, serta penyalahgunaan napza.
Selain itu, kreativitas dan inovasi yang lahir dari para remaja diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata untuk membantu menjawab berbagai persoalan remaja, termasuk mendukung upaya penurunan angka stunting.
Hestiwati juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas dan karakter. Kompetisi, kata dia, merupakan ruang untuk belajar dan berkembang, sementara persaudaraan, kepemimpinan yang santun, serta sikap inklusif harus tetap menjadi bagian utama dari perjalanan generasi Genre.
Dukungan Bunda Genre bersama jajaran DP3AP2KB Kabupaten Parigi Moutong diharapkan semakin memotivasi seluruh kontingen untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa pesan positif bagi remaja di daerah.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar generasi muda Parigi Moutong mampu menjadi pelopor perubahan, bukan hanya di panggung kompetisi, tetapi juga dalam membangun lingkungan remaja yang sehat, kreatif, berkarakter, dan memiliki perencanaan masa depan yang kuat.
“Prestasi adalah kebanggaan, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak Genre mampu membawa semangat Arunika menjadi cahaya dan teladan bagi generasi muda lainnya. Teruslah berkarya, jaga karakter, dan hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sumber: Diskominfo Parigi Moutong.









