PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase, melalui Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parimo, Abd. Aziz Tombolotutu, memaparkan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2025–2029 dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis (7/8/2025). Agenda tersebut juga membahas Laporan Realisasi APBD dalam masa persidangan II tahun sidang 2025.
“RPJMD ini disusun sebagai pedoman pembangunan daerah lima tahun ke depan, yang merupakan penjabaran visi dan misi pasangan bupati dan wakil bupati terpilih. Visi ini mencerminkan arah kebijakan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Abd. Aziz.
Ia menegaskan, visi pembangunan harus selaras dengan visi pembangunan nasional, serta mempertimbangkan potensi, tantangan, dan kebutuhan daerah. “Dokumen RPJMD memuat visi, misi, arah kebijakan, serta program prioritas kepala daerah terpilih, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” jelasnya.
Visi RPJMD Kabupaten Parigi Moutong 2025–2029 adalah “Parigi Moutong Maju, Mandiri, Berkelanjutan melalui Gerbang Desa.” Abd. Aziz merinci, kata Maju bermakna optimalisasi potensi pertanian dan pariwisata untuk peningkatan ekonomi, infrastruktur, dan kualitas SDM. Mandiri berarti masyarakat mengedepankan nilai agama, keadilan, dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok. Berkelanjutan mengacu pada pembangunan ramah lingkungan dan mitigasi bencana. Sedangkan Gerbang Desa mengubah pola pembangunan dari “membangun desa” menjadi “desa membangun” berbasis data presisi dan kemandirian BUMDes.
Misi pembangunan mencakup peningkatan kualitas SDM, perekonomian daerah, pemerataan infrastruktur, tata kelola pemerintahan yang bersih dan digital, serta ketahanan lingkungan hidup. Strategi yang ditempuh antara lain pengembangan pendidikan berbasis teknologi, optimalisasi sektor unggulan daerah, pembangunan infrastruktur energi terbarukan, digitalisasi layanan publik, dan penguatan sistem mitigasi bencana.
Sasaran pembangunan yang ditetapkan meliputi meningkatnya kualitas pendidikan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pemerataan infrastruktur, tata kelola pemerintahan yang melayani, serta terjaganya lingkungan hidup. Target indikator kinerja utama antara lain APK SMA/SMK minimal 95%, angka harapan hidup ≥ 71 tahun, prevalensi stunting di bawah 14%, pertumbuhan ekonomi 5–6% per tahun, persentase jalan mantap ≥ 80%, serta penurunan emisi karbon minimal 10% dari baseline 2024.
“Kami berharap seluruh perangkat daerah mendukung secara optimal visi dan misi ini demi pelayanan prima kepada masyarakat Parigi Moutong,” pungkas Abd. Aziz.
Laporan: Tommy Noho









