PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Dugaan praktik tambang emas ilegal (PETI) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) semakin menyeruak. Tidak hanya satu nama, ternyata ada sebelas inisial lain yang disebut-sebut ikut mengendalikan aktivitas tambang di Desa Lobu, Kecamatan Moutong. Ironisnya, meski operasi mereka terang-terangan merusak lingkungan, hingga kini aparat penegak hukum belum menyentuh satupun dari mereka.
Menurut sumber terpercaya, titik PETI di Desa Lobu selama ini kerap dikaitkan dengan Nawir, namun faktanya ada belasan nama lain yang ikut bermain.
“Yang dikenal luas sebagai aktor utama PETI di Parimo itu bukan hanya Nawir. Tapi ada sebelas lagi yang turut mengeruk lahan PETI di Moutong,” ungkap sumber media ini, Senin (2/9/2025).
Sumber tersebut kemudian menyebut inisial dari 11 nama dimaksud, yakni J, Ju, DA, DJ, P, A, M, D, S, F, dan RL. Mereka dikabarkan sama-sama menjalankan aktivitas PETI di wilayah Desa Lobu.
“Sebagian memiliki alat sendiri, sementara sebagian lagi menyewa alat dari luar daerah,” jelas sumber itu.
Hingga kini, keberadaan para pengendali PETI tersebut seolah luput dari jeratan hukum. Padahal, aktivitas mereka terus berlangsung secara masif dan menimbulkan kerusakan lingkungan di kawasan Moutong.
“Semua pihak berharap aparat penegak hukum segera turun tangan dan menindak tegas aktor-aktor besar di balik PETI Parimo,” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho









