Pemkab Parigi Moutong Ikuti Rapat Inflasi Bersama Gubernur

oleh -326 Dilihat
oleh
Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, bersama jajaran perangkat daerah saat mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah melalui zoom meeting, bertempat di Ruang Rapat Bupati Parigi Moutong, Rabu (3/9/2025). Foto: Diskominfo Kabupaten Parigi Moutong

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Rapat tersebut dipimpin Gubernur H. Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido melalui zoom meeting, bertempat di Ruang Rapat Bupati Parigi Moutong, Rabu (3/9/2025).

Gubernur Anwar Hafid dalam arahannya menegaskan pentingnya langkah cepat untuk menekan inflasi daerah. Ia memaparkan, inflasi Sulawesi Tengah per Agustus 2025 masih masuk 10 besar tertinggi secara nasional sehingga membutuhkan gerakan bersama agar terkendali.

“Target kita jelas, dalam tiga bulan ke depan inflasi Sulawesi Tengah tidak boleh melebihi 3,5 persen. Dengan kerja kolektif, saya yakin kita bisa menekannya,” ujar Anwar Hafid.

Baca Juga:  Tambang Kayuboko Lepas Kendali, Sekcam Desak Bupati Tekan Tombol Tutup

Berdasarkan data, inflasi tahunan Sulawesi Tengah tercatat 4,2 persen, sementara inflasi Agustus ke Agustus sebesar 3,62 persen. Jika dilihat per wilayah, tiga daerah dengan inflasi tertinggi adalah Kabupaten Tolitoli (5,70 persen), Morowali (5,69 persen), dan Banggai khususnya Luwuk (4,66 persen). Sedangkan Kota Palu lebih rendah dengan angka 2,98 persen.

“Saya berharap Tolitoli, Banggai, dan Morowali segera mengambil langkah konkret. Tim PPID provinsi siap bersinergi dengan daerah untuk memastikan gerakan pengendalian inflasi ini berdampak nyata,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase yang diwakili Sekretaris Daerah Zulfinasran menyampaikan sejumlah upaya yang telah dilakukan. Pemda Parigi Moutong rutin menggelar pasar murah di beberapa kecamatan, serta melaksanakan program penanaman cabai sebanyak 10 ribu bibit.

Baca Juga:  Persipal Perkenalkan Pemain Asing dan Jersey Terbaru Hadapi Liga 2 Musim Ini

“Beberapa komoditas penyumbang inflasi yakni beras, bawang, dan cabai. Untuk itu, pasar murah dan penanaman cabai terus kami lakukan agar harga tetap stabil,” pungkas Zulfinasran.

Sumber: Diskominfo Kabupaten Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *