Da’i Kamtibmas Perkuat Barisan Tokoh Agama di Poso untuk Menangkal Radikalisme

oleh -286 Dilihat
oleh
Tiga personel Dai Kamtibmas Polri berdialog dengan seorang tokoh agama di dalam sebuah masjid di Poso. Pertemuan ini berlangsung dalam rangka safari kamtibmas untuk memperkuat kerja sama pencegahan radikalisme dan menjaga situasi keamanan di wilayah setempat. Foto: Ist
Tiga personel Dai Kamtibmas Polri berdialog dengan seorang tokoh agama di dalam sebuah masjid di Poso. Pertemuan ini berlangsung dalam rangka safari kamtibmas untuk memperkuat kerja sama pencegahan radikalisme dan menjaga situasi keamanan di wilayah setempat. Foto: Ist

PALU, KONTEKS SULAWESI Upaya menangkal radikalisme di Poso kembali dipertegas. Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya mengintensifkan pendekatan keagamaan dengan menyasar para pemuka agama. Langkah ini menjadi strategi memperkuat keamanan yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren membaik.

Pada Selasa, 25 November 2025, Tim Dai Kamtibmas menyambangi Ustadz Abdul Asgar di Kelurahan Bonesompe, Kecamatan Poso Kota Utara. Kunjungan itu merupakan bagian dari safari kamtibmas yang memprioritaskan dialog persuasif dan penguatan jejaring tokoh agama.

“Kondusifitas yang sudah terjaga harus dirawat bersama melalui komunikasi dan edukasi,” ujar Ipda Ilham Sriwan.

Baca Juga:  Tutup Sulteng Digital Festival 2024, Ini Pesan Gubernur Rusdy

Tim Da’i Kamtibmas, Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi, menekankan pentingnya moderasi beragama, membangun toleransi, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.

“Sikap saling menghargai adalah kunci untuk mencegah keretakan sosial dan menjaga persaudaraan,” kata mereka.

Mereka juga mengingatkan bahaya infiltrasi paham radikal yang kian adaptif. Ipda Ilham menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari lapisan masyarakat terkecil.

“Masyarakat perlu memahami nilai kebangsaan dan hidup berdampingan secara damai,” tegasnya.

Ustadz Abdul Asgar menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut. Ia menilai safari kamtibmas menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan antara Polri dan tokoh agama sekaligus memberi ruang edukasi bagi warga.

Baca Juga:  Kerusakan Sarana Air Bersih di Morowali Utara Diduga Akibat Perusahaan Tambang

“Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang terbebas dari pengaruh paham radikalisme,” pungkasnya.

Melalui pendekatan humanis dan konsisten, Satgas Madago Raya berharap pencegahan dini terhadap radikalisme dapat berjalan optimal sehingga Poso tetap aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *