Bupati Parimo: Pembangunan Dapur MBG Wajib Diawasi Bersama

oleh -296 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, meninjau langsung progres pembangunan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (20/1/2026), guna memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target dan standar yang ditetapkan. Foto: Basrul Idrus
Keterangan Foto: Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, meninjau langsung progres pembangunan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (20/1/2026), guna memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target dan standar yang ditetapkan. Foto: Basrul Idrus

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, menegaskan pembangunan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) harus berada di bawah pengawasan bersama agar tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Penegasan itu disampaikan saat meninjau langsung progres pembangunan dapur MBG di Kecamatan Sausu, Selasa, (20/01/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Erwin menjelaskan bahwa pembangunan dapur MBG di Kecamatan Sausu bersumber dari dua instansi berbeda, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Badan Gizi Nasional (BGN).

“Di Kecamatan Sausu ada dua dapur MBG. Yang satu ditangani langsung oleh PUPR dan satunya lagi dari Badan Gizi Nasional,” kata Erwin Burase.

Baca Juga:  Tujuh Tahanan Polres Parigi Moutong Kabur

Menurut Erwin, dapur MBG yang dibangun oleh PUPR menunjukkan progres yang cukup baik. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan dan laporan pengelola, pembangunan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat sesuai jadwal akhir Januari 2026.

“Untuk dapur yang ditangani PUPR, dari hasil tinjauan dan laporan pengelola, insyaallah dalam waktu dekat sudah bisa dirampungkan sesuai target akhir Januari,” ujarnya.

Berbeda dengan dapur MBG yang bersumber dari BGN. Erwin menilai proses pembangunan dapur tersebut masih membutuhkan waktu cukup panjang. Saat peninjauan, pengelola tidak berada di lokasi sehingga informasi detail progres pekerjaan tidak dapat diperoleh secara maksimal.

Baca Juga:  Sat Polairud Gencar Patroli, Cegah Pengeboman Ikan di Moutong

“Kalau yang dari BGN, melihat kondisi bangunannya, kemungkinan prosesnya masih cukup panjang. Pengelolanya juga tidak ada di tempat, jadi tidak ada yang bisa kita tanyakan,” ungkapnya.

Erwin menegaskan, dengan nilai anggaran pembangunan dapur MBG yang mencapai sekitar Rp4,7 miliar, pengawasan tidak bisa dilakukan secara sepihak. Pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat harus terlibat aktif agar tidak terjadi penyimpangan.

“Dengan anggaran yang begitu besar, sekitar Rp4,7 miliar, tentu ini perlu pengawasan dari kita bersama,” tegas Erwin.

Untuk tahap awal, pemerintah telah menyiapkan tiga dapur MBG yang dibagi berdasarkan wilayah pelayanan. Wilayah selatan berlokasi di Kecamatan Sausu, wilayah tengah di Kecamatan Ampibabo, dan wilayah utara di Kecamatan Moutong. Ke depan, pemerintah daerah juga berencana mengusulkan penambahan dua dapur MBG baru di wilayah Mepanga, Desa Kotanagaya, serta Kecamatan Bolano.

Baca Juga:  Belum Ada Izin, Tambang Kayuboko-Airpanas Illegal! Dugaan Kongkalikong di Balik IPR

Erwin berharap penambahan dapur MBG tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat lokal.

“Kita masih terus berupaya mengusulkan penambahan dapur-dapur MBG, supaya masyarakat bisa diberdayakan semua,” pungkasnya.

Laporan: Basrul Idrus