Sekda Parimo Tinjau Karhutla Avolua–Uevolo

oleh -301 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Kebakaran Hutan dan Lahan, Kobaran api masih terlihat membakar kawasan perbukitan di wilayah Desa Avolua hingga Uevolo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (5/2/2026) dini hari. Sekretaris Daerah Parigi Moutong Zulfinasran meninjau langsung lokasi kebakaran untuk memastikan upaya penanggulangan agar api tidak meluas ke lahan perkebunan milik warga. Foto: Basrul Idrus
Keterangan Foto: Kebakaran Hutan dan Lahan, Kobaran api masih terlihat membakar kawasan perbukitan di wilayah Desa Avolua hingga Uevolo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (5/2/2026) dini hari. Sekretaris Daerah Parigi Moutong Zulfinasran meninjau langsung lokasi kebakaran untuk memastikan upaya penanggulangan agar api tidak meluas ke lahan perkebunan milik warga. Foto: Basrul Idrus

PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dan Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, Kamis dini hari, 5 Februari 2026, sekitar pukul 01.00 Wita.

Kunjungan tersebut dilakukan usai pertemuan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Tengah.

“Pemerintah provinsi akan membantu dua unit armada, masing-masing satu mobil tangki air dan satu mobil pemadam kebakaran,” kata Zulfinasran di lokasi.

Zulfinasran mengatakan peninjauan ini untuk memastikan langkah penanggulangan kebakaran agar tidak meluas ke lahan perkebunan warga. Berdasarkan laporan masyarakat, puluhan hektare kebun telah terbakar akibat kobaran api yang belum sepenuhnya terkendali.

Baca Juga:  SK SPAB Parigi Moutong Belum Disahkan

Lahan terdampak tersebar di wilayah Uevolo. Kebun milik warga yang terbakar antara lain ditanami cabai, alpukat, cengkeh, kakao, pala, dan durian. Mayoritas pemilik kebun merupakan warga setempat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.

Dengan kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau armada besar, Zulfinasran memastikan penanganan sementara dilakukan secara swadaya. Ia berharap pemerintah desa dan masyarakat terlibat aktif dalam upaya pemadaman.

“Kami akan menyiapkan alat semprot pertanian untuk membantu memutus penyebaran api,” ujarnya.

Pemerintah daerah, kata dia, akan mendistribusikan sekitar 200 unit sprayer pertanian dan akan membuat kolam penampungan air agar masyarakat dan Tim BPBD beserta Tagana tidak jauh mengisi tanki sprayer.

Baca Juga:  Disoroti Soal Kinerja, Richard Mengaku Tak Khawatir Ada Evaluasi

“Karena medan sangat terjal, alat ini paling memungkinkan digunakan untuk menjangkau titik api dan mencegah kebakaran meluas,” tutup Zulfinasran.

Laporan: Tommy Noho