PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mencapai 147 hektare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mencatat kebakaran terjadi dalam sepekan terakhir di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, serta Desa Uevolo dan Towera di Kecamatan Siniu.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan kebakaran yang berlangsung sejak lima hari terakhir itu berdampak pada kawasan hutan dan lahan pertanian warga.
“Total luasan karhutla yang terdata hingga hari ini mencapai 147 hektare,” kata Rivai, Sabtu, 7 Februari 2026.
Rivai menjelaskan, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembersihan kebun. Kondisi semak kering membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
“Mayoritas titik api berasal dari pembukaan lahan, lalu meluas karena cuaca kering,” ujarnya.
Berdasarkan infografis BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, area terdampak di Kecamatan Parigi Utara meliputi Dusun IV Desa Toboli serta Dusun I Desa Avolua dengan luas sekitar 29 hektare. Sementara di Dusun II dan Dusun III Desa Avolua, kebakaran menghanguskan sekitar 118 hektare lahan.
“Jika dijumlahkan, total luasan mencapai 147 hektare,” kata Rivai.
Lahan yang terbakar mencakup hutan serta perkebunan warga, antara lain durian, kakao, kelapa, cengkeh, dan pala. Di Kecamatan Siniu, kebakaran juga terjadi di Desa Towera, Dusun I, dengan luas terdampak sekitar 2,20 hektare yang meliputi kawasan hutan dan perkebunan.
BPBD mencatat penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, TRC BPBD Parigi Moutong, pemadam kebakaran kabupaten dan provinsi, Dinas PUPR, TNI, Polri, Manggala Agni, Tagana Dinsos, Dinas Kesehatan, PMI, FPRB, MDMC, BPBPK, aparat desa, hingga masyarakat setempat.
“Upaya pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran,” kata Rivai.
Laporan: Basrul Idrus









