Hilirisasi Kelapa Parimo Perkuat Pendapatan dan Kemitraan Petani

oleh -21 Dilihat
oleh
Forum Kemitraan Hilirisasi Kelapa Dalam Tahun 2026 yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, membahas penguatan kemitraan usaha, hilirisasi komoditas kelapa, serta peningkatan kesejahteraan petani melalui akses permodalan dan pemasaran. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.
Forum Kemitraan Hilirisasi Kelapa Dalam Tahun 2026 yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, membahas penguatan kemitraan usaha, hilirisasi komoditas kelapa, serta peningkatan kesejahteraan petani melalui akses permodalan dan pemasaran. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mempercepat penguatan sektor perkebunan melalui Forum Kemitraan Hilirisasi Kelapa Dalam Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membuka peluang usaha, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa demi kesejahteraan petani.

Forum yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) di Kantor Dinas TPHP, Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, Kamis (30/7/2026), diikuti pelaku usaha, kelompok tani, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, mengatakan program hilirisasi menjadi bagian dari upaya meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung kebijakan nasional di sektor perkebunan.

Baca Juga:  Paslon BERSINAR Terus Raih Dukungan Masyarakat Jelang Pilkada

“Setelah swasembada pangan tercapai, fokus kita berlanjut ke hilirisasi perkebunan. Ini sejalan dengan program nasional Asta Cita Presiden dan target Menteri Pertanian. Parigi Moutong memiliki dua komoditas strategis nasional di sektor perkebunan, yaitu kakao dan kelapa dalam,” ujarnya.

Berdasarkan data, Kabupaten Parigi Moutong memiliki areal kelapa dalam seluas 29.399 hektare. Namun, sekitar 1.567 hektare di antaranya merupakan tanaman yang sudah rusak atau tidak produktif.

Sebagai upaya peremajaan, Kementerian Pertanian mengalokasikan bantuan rehabilitasi kebun kelapa seluas 500 hektare pada 2026. Program tersebut dibagi dalam dua tahap, yakni:

Tahap I seluas 300 hektare telah disalurkan di Kecamatan Parigi Tengah, Parigi Utara, Parigi Barat, Tomini, dan Bolano Lambunu.

Baca Juga:  Zulfinasran Kukuhkan Pengurus Ikatan Alumni SMPN 2 Tinombo

Tahap II seluas 200 hektare saat ini masih dalam proses verifikasi dan pengujian bibit, dengan target penyaluran rampung pada September 2026.

Dadan mengimbau para ketua kelompok tani, penyuluh pertanian, dan UPTD untuk aktif mendata tanaman kelapa yang sudah tidak produktif agar program peremajaan tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah juga mendorong sistem tumpang sisip dengan memanfaatkan lahan di antara tanaman kelapa untuk komoditas lain seperti kakao, jagung, dan kedelai. Strategi ini diharapkan mampu memberikan pendapatan ganda (double income) bagi petani tanpa mengurangi luas areal kelapa.

Forum tersebut juga memperkuat kolaborasi lintas sektor. Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama pihak off-taker berperan menyerap hasil panen petani dengan harga yang lebih stabil, sementara sektor perbankan menyediakan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dukungan juga datang dari jajaran Polri dalam menjaga ketahanan pangan serta sektor peternakan yang mengembangkan pemanfaatan pupuk organik dan limbah kelapa sebagai pakan ternak.

Baca Juga:  Gaji ke-13 PNS Cair Bulan Depan, Berikut Rincian Besarannya!

Melalui penerapan sistem pertanian modern (Advancing Agricultural System), produktivitas kelapa ditargetkan meningkat dari rata-rata 1,3 ton per hektare menjadi 3 hingga 4 ton per hektare.

“Peremajaan bibit, kemitraan dengan perbankan, hingga kepastian harga melalui off-taker merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Semua ini sejalan dengan visi Bupati Parigi Moutong, yakni Sejahtera Bersama,” pungkas Kepala Dinas TPHP Dadan Priatna Jaya.

Sumber: Diskominfo Parigi Moutong.