Festival Gampiri Jadi Panggung Pelestarian Seni Budaya dan Kreativitas Generasi Muda

oleh -14 Dilihat
oleh
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, membubuhkan kuas pada kanvas karya peserta Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) saat membuka Festival Gelar Seni Budaya 2026 di Alun-Alun Kantor Bupati. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, membubuhkan kuas pada kanvas karya peserta Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) saat membuka Festival Gelar Seni Budaya 2026 di Alun-Alun Kantor Bupati. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Festival Gelar Seni Budaya Masyarakat Parigi Moutong (Parimo) dan Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026 menjadi ruang bagi seniman, pelajar, dan masyarakat untuk menampilkan kekayaan budaya lokal sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda.

Kegiatan yang dibuka Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, pada Senin (2/11/2026) itu berlangsung di Alun-Alun Kantor Bupati. Festival tersebut diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai wadah untuk memperkenalkan sekaligus mengapresiasi karya seni dan budaya daerah.

Pembukaan festival ditandai dengan aksi Erwin membubuhkan kuas pada kanvas hasil karya peserta GSMS dari SMP Insanul Kamil Ampibabo. Aksi tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang melibatkan pelajar dan pelaku seni.

Baca Juga:  Polisi: Pemberantasan Narkoba di Sulteng Perlu Sinergitas

Dalam sambutannya, Erwin menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan berkolaborasi menyukseskan festival. Ia menilai kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam memberi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah.

Menurutnya, Festival Gampiri tidak semata-mata menjadi ajang pertunjukan dan hiburan, tetapi juga sarana apresiasi dan pelestarian seni budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Sejumlah penampilan mewarnai festival tersebut. Di antaranya Tari Masal “Tari Gampiri”, pertunjukan bertutur menggunakan Bahasa Tialo dan Kaili, serta pentas GSMS dari SD Inpres 1 Tomini, SD Inpres 2 Bantaya, dan SDK Sakinah Jaya.

Baca Juga:  Harga Material Sulteng Melonjak Empat Kali Lipat, Pembangunan IKN Terancam

Selain pertunjukan langsung, pengunjung juga disuguhkan pemutaran film karya GSMS SMP IT Lisanul Arab, komedi tunggal berbahasa Tialo, serta pemutaran film melalui program Bioskop Keliling Kebudayaan.

Beragam penampilan itu memperlihatkan keterlibatan pelajar dalam mengenal, mengembangkan, dan memperkenalkan seni budaya lokal. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah mendorong agar warisan budaya tetap hidup sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi kreativitas generasi muda.

Erwin berharap kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan seni dan budaya dapat terus diperkuat agar kekayaan budaya daerah tidak hanya dikenal, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga:  Longki Djanggola Harap Penyelenggara Pemilu Tetap Profesional

“Festival ini menjadi ruang ekspresi, apresiasi, sekaligus pelestarian kekayaan seni dan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong,” pungkasnya.

Sumber: Diskominfo Kabupaten Parigi Moutong.