Realisasikan Berani Menyala, Gubernur Gandeng PLN UID Suluttenggo

oleh -227 Dilihat
oleh
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat menerima kunjungan General Manager (GM) PLN UID Suluttenggo, Atmoko Basuki, beserta jajaran di ruang kerjanya pada Selasa, (18/3/2025). Foto: Biro Administrasi Pimpinan

PALU, KONTEKS SULAWESIGubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid,  menerima kunjungan General Manager (GM) PLN UID Suluttenggo, Atmoko Basuki, beserta jajaran di ruang kerjanya pada Selasa, (18/3/2025). Pertemuan itu, menjadi ajang diskusi mengenai Program Berani Menyala, guna meperluas akses listrik di Sulawesi Tengah.

Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Ia mengenang masa kepemimpinannya sebagai Bupati Morowali, ketika keterbatasan listrik masih menjadi tantangan besar.

“Saat itu, listrik PLN hanya menyala enam jam sehari,” ungkapnya.

Baca Juga:  Satya Lencana 20 Tahun Pengabdian Diraih 4 ASN Kemenag Parimo

Pengalaman tersebut menginspirasi lahirnya Program Berani Menyala, yang bertujuan memastikan ketersediaan listrik di seluruh Sulawesi Tengah, terutama di 89 desa yang belum terjangkau PLN.

“Melalui kerja sama ini, semoga upaya penyaluran listrik secepatnya terealisasi,” harapnya.

Dikesempatan yang sama, Atmoko Basuki sebagai GM PLN UID Suluttenggo, menyatakan bahwa kunjungan tersebut, bertujuan untuk mempererat sinergi dengan Pemerintah Provinsi dalam mendukung Program Berani Menyala.

“Kami dari PLN berkomitmen untuk menerangi 89 desa yang belum teraliri listrik, dengan penyelesaian bertahap sesuai target,” tegasnya.

Ia turut melaporkan perkembangan proyek interkoneksi transmisi gardu induk di Kabupaten Morowali Utara dan Morowali. Proyek transmisi 150 kV di Morowali Utara ditargetkan rampung pada 28 Maret 2025, sementara proyek transmisi 275 kV dijadwalkan selesai Agustus 2025.

Baca Juga:  Buaya Terkam Warga di Morowali Utara, Jasadnya Belum Ditemukan

“Untuk merealisasikan target ini, PLN akan terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.*/Andi Riskan