Parimo Genjot Prestasi Siswa Lewat Ajang Pendidikan Bergengsi

oleh -252 Dilihat
oleh
Parimo Genjot Prestasi Siswa Lewat Ajang Pendidikan Bergengsi
Acara pembukaan lomba olahraga dan seni pelajar O2SN, FLS2N dan GSI untuk tingkat SMP se-Kabupaten Parigi Moutong. Foto: Diskominfo

PARIMO, KONTEKS SULAWESIPemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka tiga ajang pendidikan bergengsi bagi siswa SMP, yakni Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), serta Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Kabupaten tahun 2025.

Pembukaan kegiatan berlangsung secara virtual oleh Penjabat Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, Senin malam 19 Mei 2025, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Turut hadir pejabat tinggi pratama Pemkab Parigi Moutong, Ketua KONI, Ketua Askab PSSI, Koordinator Wilayah Satuan Pendidikan Kecamatan Parigi, kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh kontingen, juri, official, dan pendamping peserta dari berbagai kecamatan.

Baca Juga:  IPM Sulteng Masuk Klasifikasi Tinggi di Kawasan Sulampua

“Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi wadah pembinaan karakter dan pengembangan bakat siswa. Kami ingin anak-anak berani berkompetisi, berkreasi, dan terus mengasah kemampuan diri,” ujar Richard.

Ia menerangkan bahwa lomba akan berlangsung mulai 20-23 Mei 2025, dengan mempertandingkan cabang olahraga, seni, dan sastra sesuai minat serta bakat masing-masing siswa.

Richard menegaskan, keseimbangan antara prestasi akademik dan non-akademik sangat penting dalam sistem pendidikan. Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat lahir bibit unggul yang bisa membawa nama baik daerah di ajang provinsi hingga nasional.

Baca Juga:  Dorong Ekonomi Desa, Wabup Parimo Buka Kantor Koperasi Gemilang

“Kami ingin hasil dari kegiatan ini bukan hanya kemenangan sesaat, tetapi juga lahirnya atlet dan seniman berbakat yang siap bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” tegasnya.

Untuk itu ia berpesan kepada peserta, agar menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran. Kepada juri dan wasit, ia meminta bekerja objektif serta profesional, sementara guru pembina diimbau menjadikan ajang ini sebagai evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan siswa.

“Jadikan momen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi langkah awal menuju prestasi yang membanggakan Parigi Moutong di kancah nasional,” pungkasnya.

Baca Juga:  MTQ ke-18 Parigi Moutong, Tuan Rumah Raih Peringkat 1

Laporan : Andi Riskan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *