Potret Buruk Akses Kesehatan di Palasa, Polisi Jadi Penolong

oleh -429 Dilihat
oleh
Bripka Abd Harik bersama warga Desa Bambasiang memikul seorang pasien menggunakan usungan sederhana menembus jalur terjal pedalaman Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (22/9/2025). Foto: Humas Polres Parimo
Bripka Abd Harik bersama warga Desa Bambasiang memikul seorang pasien menggunakan usungan sederhana menembus jalur terjal pedalaman Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (22/9/2025). Foto: Humas Polres Parimo

PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Di balik kisah heroik seorang polisi yang rela memikul warga sakit menembus jalan terjal pedalaman, terselip potret nyata betapa sulitnya akses kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Aksi Bripka Abd Harik, Bhabinkamtibmas Desa Bambasiang, Polsek Tomini, yang empat jam berjalan kaki mengevakuasi pasien dari Dusun Buloli, Kecamatan Palasa, menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah agar segera membenahi fasilitas dan infrastruktur dasar masyarakat di pelosok.

Kondisi geografis Dusun Buloli memang tak ramah. Letaknya terpencil, akses menuju fasilitas kesehatan begitu terbatas. Jalan setapak terjal dan licin hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Di tengah kesulitan itu, seorang warga jatuh sakit parah hingga tak lagi mampu berjalan sendiri.

Baca Juga:  Perempuan Pahlawan Perdamaian Pascakonflik Poso

“Kami tidak punya pilihan lain. Jalan satu-satunya adalah dipikul. Kalau tidak segera dibawa ke puskesmas, bisa terlambat,” ungkap Bripka Abd Harik.

Melihat kondisi darurat, Bripka Abd Harik tak berpikir panjang. Ia berinisiatif membuat usungan sederhana dari kain. Bersama warga, ia memikul pasien itu, langkah demi langkah, menuruni jalur pedalaman yang penuh rintangan.

“Empat jam lamanya kami berjalan, melewati tanjakan curam, hutan kecil, dan jalan licin. Tapi semangat tak pernah padam, yang penting nyawa warga ini terselamatkan,” tambahnya.

Keringat bercucuran, tubuh lelah, namun tekad tetap teguh. Di setiap langkah, Bripka Abd Harik menunjukkan bahwa pengabdian seorang polisi bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai sahabat, keluarga, bahkan penolong masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga:  39.124 KTP Bukti Perjuangan Tulus Masyarakat Parigi Moutong untuk ISL

Aksi kemanusiaan ini disambut apresiasi mendalam dari warga sekitar. Mereka merasa bangga sekaligus terharu memiliki Bhabinkamtibmas yang rela mengorbankan tenaga, waktu, bahkan keselamatannya demi kepentingan orang lain.

Kisah ini menjadi pengingat sekaligus alarm bagi pemerintah daerah, bahwa pelayanan kesehatan di pedalaman masih jauh dari kata layak. Jalan setapak yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki jelas menjadi hambatan besar bagi masyarakat.

Suber: Humas Polres Parimo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *