PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Gelombang komitmen untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba menguat dari Desa Kotaraya, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Para pemuda, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa menyatukan langkah dalam gerakan bersama memutus peredaran barang haram yang kian meresahkan.
Desa Kotaraya menjadi pusat gerakan baru pemberantasan narkoba di Kabupaten Parimo. Kekhawatiran terhadap meningkatnya penyalahgunaan narkotika membuat berbagai unsur masyarakat bersepakat, generasi muda harus diselamatkan sebelum terlambat.
“Narkoba adalah ancaman yang merusak moral, ekonomi, dan ketahanan sosial masyarakat. Kita tidak boleh diam,” demikian seruan awal para pemuda dalam pertemuan desa pada Kamis (13/11/2025).
Koordinator lapangan, Fandi Alang, menegaskan bahwa pemuda harus tampil sebagai kekuatan pertama yang menghadang masuknya narkoba ke lingkungan desa. Menurutnya, masa depan daerah akan runtuh bila pemuda bersikap pasif terhadap ancaman tersebut.
“Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba. Jangan biarkan masa depan kita hancur oleh barang haram ini. Saatnya pemuda bergerak dan menjadi contoh,” tegas Fandi.
Sementara itu, tokoh masyarakat lokal Farid Pudangga menilai bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Ia mendorong kesadaran kolektif dan peran aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkotika.
“Ini bukan hanya tugas polisi. Ini tanggung jawab bersama. Narkoba bukan hanya merusak tubuh, tapi juga akhlak dan hubungan manusia dengan Tuhan,” ujar Farid.
Dari sisi pemerintah desa, Sekretaris Desa Persatuan Riflan memastikan bahwa mereka telah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk mendukung gerakan ini. Pemerintah desa, kata dia, akan menggandeng BNN, kepolisian, dan organisasi pemuda untuk aksi rutin di wilayah rawan.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba. Penyuluhan, razia, dan pengawasan akan terus kami jalankan,” tegasnya.
Gerakan bersama tersebut akan diwujudkan melalui Deklarasi Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) minggu depan, melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali. Melalui kolaborasi dan gotong royong lintas sektor, warga berharap Parimo dapat menjadi contoh daerah yang aman, sehat, dan terlindungi dari bahaya narkoba.
Laporan: Tommy Noho








