APDURIN: Dukungan Penuh untuk Durian Nusantara

oleh -368 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan (kiri), dan Hengky Idrus, SP., M.Si., Ketua APDURIN Kabupaten Parigi Moutong (kanan), saat menyampaikan pandangan terkait penguatan posisi Indonesia sebagai negara durian dunia. Mereka menegaskan pentingnya produksi nasional dan kesiapan daerah dalam mendukung rantai ekspor durian Nusantara. Foto: Dok. Konteks Sulawesi
Keterangan Foto: Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan (kiri), dan Hengky Idrus, SP., M.Si., Ketua APDURIN Kabupaten Parigi Moutong (kanan), saat menyampaikan pandangan terkait penguatan posisi Indonesia sebagai negara durian dunia. Mereka menegaskan pentingnya produksi nasional dan kesiapan daerah dalam mendukung rantai ekspor durian Nusantara. Foto: Dok. Konteks Sulawesi

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Dukungan terhadap pernyataan Menko Pangan Zulkifli Hasan soal Indonesia layak menjadi negara durian dunia kian menguat. Dari Parigi Moutong (Parimo), suara tegas datang dari Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN) setempat, Hengky Idrus. Ia memastikan potensi dan produksi durian Indonesia berada pada level yang tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bahwa durian adalah buah nasional dan bahwa Indonesia layak menjadi negara durian dunia, langsung disambut positif oleh APDURIN Parigi Moutong. Ketua APDURIN Kabupaten Parigi Moutong, Hengky Idrus, SP., M.Si., menegaskan bahwa data yang dipaparkan Menko Zulhas sangat solid dan selaras dengan realitas produksi nasional.

“Kami sepenuhnya mendukung pernyataan Pak Menko Zulhas. Dengan kekuatan produksi hampir dua juta ton, Indonesia memang layak menjadi negara durian dunia. Kita unggul dalam jumlah, varietas, dan budaya,” ujar Hengky.

Baca Juga:  Warga Serbu Pasar Murah Bersubsidi di Dembe I, Beras 5 Kg Dijual Rp25 Ribu

Ia menjelaskan bahwa Indonesia kini menjadi produsen durian terbesar di kawasan Asia dengan produksi 1,96 juta ton pada 2024. Keragaman varietas yang tidak dimiliki negara lain menjadi bukti bahwa durian bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari identitas Nusantara.

“Durian bukan sekadar buah. Ini sumber penghidupan jutaan petani, termasuk di Parigi Moutong. Pernyataan Pak Zulhas sangat sejalan dengan kenyataan di lapangan,” tegasnya.

Parigi Moutong Siap Masuk Rantai Ekspor

Lebih jauh, Hengky memaparkan bahwa Kabupaten Parigi Moutong kini berada pada tahap yang siap masuk dalam rantai ekspor global. Kesiapan itu mencakup kualitas buah, luasan kebun, serta kemampuan petani dalam memenuhi standar modern produksi durian.

Baca Juga:  Nizar-Ardi Pasangan yang Siap Merubah Wajah Parigi Moutong

Ia menyebutkan potensi durian lokal unggul di wilayah tersebut tengah dipetakan agar dapat masuk ke sistem produksi berstandar internasional, termasuk pendampingan langsung dari APDURIN pusat.

Keragaman Hayati Jadi Keunggulan Indonesia

Hengky juga menyoroti data BRIN terkait kekayaan hayati durian di Nusantara. Indonesia memiliki 21 dari 27 spesies durian dunia dan 114 varietas unggul yang telah terdaftar hingga 2024. Keragaman ini, menurutnya, menjadi modal strategis dalam memperkuat posisi Indonesia secara global.

“Malaysia boleh terkenal dengan Musang King, tetapi Indonesia memegang kekuatan sebenarnya, keragaman varietas dan kawasan budidaya yang luas,” ungkap Hengky.

Baca Juga:  Ratusan Calon Anggota PPS Pilkada Parigi Moutong Ikuti Tes Tertulis

APDURIN Parigi Moutong Dorong Branding Durian Nusantara

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah memperkuat branding Durian Nusantara melalui standardisasi produksi dan peningkatan ekspor olahan.

Hengky menegaskan bahwa petani Parigi Moutong siap bergerak seiring kebijakan pusat. Sistem produksi tengah diperkuat, varietas unggul mulai dipetakan, dan infrastruktur kebun semakin ditata menuju standar produksi ekspor.

“Petani siap, kebun siap, dan sistem sedang kita bangun. Ini momentum besar bagi Indonesia, dan Parigi Moutong siap mengambil bagian,” pungkasnya.

Laporan: Rizky Noho