Gerbang Desa Stabilkan Harga Pangan

oleh -104 Dilihat
oleh
Warga memadati lokasi Gerakan Bersama Pengendalian Harga Pangan di Desa (Gerbang Desa) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong. Program pangan murah tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar guna membantu menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan harga pangan. Foto: Aid Lumpati
Warga memadati lokasi Gerakan Bersama Pengendalian Harga Pangan di Desa (Gerbang Desa) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong. Program pangan murah tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar guna membantu menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan harga pangan. Foto: Aid Lumpati

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Bersama Pengendalian Harga Pangan di Desa (Gerbang Desa) sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga pangan.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong pada 17-18 Juni 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu tahun kepemimpinan Bupati H. Erwin Burase dan Wakil Bupati H. Abdul Sahid.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Rahmatia, mengatakan Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan langkah pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Baca Juga:  Wabup Parimo Tinjau Banjir di Desa Siniu, Janjikan Solusi Permanen

“Pemerintah daerah terus berupaya agar warga dapat membeli berbagai komoditas dengan harga yang lebih terjangkau sehingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari tetap terpenuhi,” ujar Rahmatia.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras kemasan 5 kilogram dengan harga Rp57.500 hingga Rp60.000 per karung. Selain itu tersedia paket gula pasir 2 kilogram dan minyak goreng 1 liter seharga Rp40.000, gula pasir Rp14.000 per kilogram, telur ayam Rp40.000 per rak, minyak goreng INL kemasan 1,8 liter Rp35.000, bawang merah Rp45.000 per kilogram, serta bawang putih Rp35.000 per kilogram.

Baca Juga:  Air Bah Terjang Desa Namo, 2 Rumah Raib dan Puluhan Warga Mengungsi

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan program, Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan stok dalam jumlah cukup, meliputi sekitar 3 ton beras, 3 ton gula pasir, 2.000 liter minyak goreng, masing-masing 200 kilogram bawang merah dan bawang putih, serta 250 rak telur ayam.

Rahmatia menegaskan, program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Selain membantu menekan pengeluaran rumah tangga, Gerakan Pangan Murah diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan yang aman, berkualitas, dan mudah dijangkau.

Baca Juga:  Festival Teluk Tomini 2025 Dibuka Meriah

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan yang aman, tersedia, dan terjangkau. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat,” pungkas Rahmatia.

Laporan: Aid Lumpati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *