Wabup Parimo Tinjau Banjir di Desa Siniu, Janjikan Solusi Permanen

oleh -426 Dilihat
oleh
Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, didampingi aparat desa dan dinas terkait saat meninjau lokasi banjir di Desa Siniu, Kecamatan Siniu, Kamis (21/8/2025). Foto: Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Kamis (21/8/2025), menyebabkan pemukiman warga Sulayangi di Dusun III, Desa Siniu, terendam banjir. Kondisi itu langsung mendapat perhatian Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, yang turun meninjau lokasi untuk memastikan langkah cepat pemerintah daerah.

Wabup menegaskan, pemerintah bergerak sigap mulai dari penanganan darurat hingga menyiapkan solusi jangka panjang agar banjir serupa tidak kembali terjadi.

“Setelah dilakukan peninjauan, insya Allah dari dinas terkait akan segera memperbaiki jalur trenase yang ada. Karena memang trenase sekarang tidak sesuai dengan kondisi lapangan,” ujar Wabup.

Baca Juga:  Pesan Erick Thohir Usai Indonesia Tersingkir di Piala Asia U-20

Menurutnya, langkah awal yang ditempuh pemerintah adalah membersihkan saluran air yang tersumbat untuk mengantisipasi hujan susulan.

“Siapa tahu sehari dua ini terjadi lagi hujan. Jadi saluran yang tersumbat itu harus segera diaktifkan supaya tidak menimbulkan banjir lagi,” katanya.

Selain itu, Wabup menginstruksikan dinas terkait segera melakukan normalisasi sungai sebagai solusi permanen. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak banjir.

“Alhamdulillah, pemerintah menunjukkan kepeduliannya. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Wabup.

Dengan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah, Wabup berharap masyarakat dapat lebih tenang menghadapi musim hujan.

Baca Juga:  Panen Jagung Jadi Momen Hangat Polisi Bersama Petani Jononunu

“Kami berupaya agar masyarakat bisa merasa lebih aman dan terlindungi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Siniu, Zikran, meminta pemerintah membangun tanggul atau bronjong sebagai penahan luapan air di kemudian hari.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *