42 Kali Gempa Susulan Guncang Sulteng, Jembatan Palu Retak dan Bangunan Rusak di Empat Daerah

oleh -110 Dilihat
oleh
Retakan pada Jembatan III Palu (kiri) dan kerusakan pada salah satu bangunan warga (kanan) akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Hingga pukul 13.38 WITA, BPBD mencatat telah terjadi 42 kali gempa susulan yang berdampak di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso. Foto: Dok. BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.
Retakan pada Jembatan III Palu (kiri) dan kerusakan pada salah satu bangunan warga (kanan) akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Hingga pukul 13.38 WITA, BPBD mencatat telah terjadi 42 kali gempa susulan yang berdampak di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso. Foto: Dok. BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.

PALU, KONTEKS SULAWESI Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (16/6/2026), tidak hanya menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah, tetapi juga memicu puluhan gempa susulan hingga siang hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sedikitnya 42 kali gempa susulan terjadi hingga pukul 13.38 WITA.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., mengatakan gempa terjadi pada pukul 10.27 WITA dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.

Baca Juga:  Panen Raya dan Kawasan Transmigrasi Jadi Etalase Kunjungan Menteri di Parimo

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo 6,7 dan hingga pukul 12.17 WITA masih terjadi sejumlah gempa susulan dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar episenter gempa utama,” ujar Asbudianto dalam laporan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.

Dampak gempa dilaporkan terjadi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dan Kabupaten Poso. Di Kota Palu, keretakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III Palu serta beberapa bangunan mengalami kerusakan hingga roboh.

Sementara itu, di Kabupaten Sigi sejumlah bangunan dilaporkan roboh. Longsor juga terjadi di kawasan Gunung Kamarora yang menyebabkan saluran air terputus. Di Kabupaten Parigi Moutong, beberapa bangunan mengalami kerusakan akibat guncangan kuat yang dirasakan warga.

Baca Juga:  Potret Buruk Akses Kesehatan di Palasa, Polisi Jadi Penolong

Sedangkan di Kabupaten Poso, sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan akses jalan di wilayah Napu dilaporkan terdampak sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

Data BPBD Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan dari total 42 gempa susulan yang tercatat hingga pukul 13.38 WITA, satu gempa berkekuatan sekitar magnitudo 5, sepuluh gempa berkekuatan magnitudo 4, tiga puluh satu gempa berkekuatan magnitudo 3, dan empat gempa berkekuatan magnitudo 2.

Hingga saat ini, data korban jiwa maupun jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso terus melakukan asesmen serta koordinasi untuk memperbarui informasi dampak gempa di lapangan.

Baca Juga:  Dokter Spesialis Kandungan di RSUD Anuntaloko Parigi Hentikan Layanan Pasien Bersalin

Meski situasi secara umum dilaporkan masih aman dan kondusif, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat aktivitas gempa susulan masih terus terjadi.

“Tim di lapangan masih melakukan asesmen dan pendataan dampak gempa. Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD,” pungkas Asbudianto.

Sumber: Pusdalops BPBD Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *