PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Banjir yang melanda Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sabtu malam (1/8/2026), menyisakan genangan air dan lumpur yang hingga Minggu (2/8/2026) sore masih merendam sejumlah rumah warga. Akses menuju desa juga sempat terputus akibat luapan air yang menutup badan jalan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), genangan masih terjadi di Dusun I Desa Air Panas. Sedikitnya empat rumah warga masih terdampak banjir hingga sore hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, mengatakan banjir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada sejumlah kepala keluarga yang masih bertahan di rumah masing-masing.
“Data sementara menunjukkan masih ada empat rumah yang tergenang. Dampaknya dirasakan oleh lima kepala keluarga, termasuk satu bayi dan empat balita,” ujar Rivai.
BPBD bersama pemerintah desa terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi warga dan mempercepat penanganan pascabanjir.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi sungai masih berpotensi mengalami peningkatan debit air apabila hujan kembali mengguyur wilayah hulu.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan akan memastikan penanganan terhadap warga terdampak berjalan optimal hingga kondisi benar-benar kembali normal,” pungkas Rivai.
Laporan: Tommy Noho









