Setahun Anwar–Reny Pimpin Sulteng, Pemprov Gelar Doa Bersama dan Salurkan 5.000 Paket Sembako

oleh -242 Dilihat
oleh
Keterangan foto: Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menghadiri tasyakuran satu tahun kepemimpinan Pemprov Sulteng yang dirangkaikan dengan doa bersama dan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat di Palu, Minggu (22/2/2026). Foto: Dok. Istimewa
Keterangan foto: Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menghadiri tasyakuran satu tahun kepemimpinan Pemprov Sulteng yang dirangkaikan dengan doa bersama dan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat di Palu, Minggu (22/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

PALU, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menandai satu tahun kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido dengan doa bersama, dzikir, buka puasa, serta penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, pimpinan DPRD, TNI–Polri, lembaga peradilan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari berbagai daerah. Momentum ini menjadi ungkapan syukur sekaligus refleksi atas satu tahun pemerintahan di tengah tantangan fiskal nasional dan dinamika sosial ekonomi pascapandemi.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan tahun pertama kepemimpinan menjadi fase penting untuk membangun fondasi pemerintahan yang responsif, terbuka, dan berpihak pada rakyat. Ia mengakui kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak pada kapasitas fiskal daerah, namun pelayanan publik harus tetap berjalan.

“Di saat anggaran kita dipotong cukup besar, kami sepakat untuk tidak mengeluh. Pemerintah tidak boleh lemah. Kalau pemerintah loyo, rakyat ikut lemah. Maka kami memilih tetap bekerja, tetap tersenyum, dan memastikan program prioritas tetap berjalan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pansus LHP-BPK Parimo Dibentuk, Legislator PKS Sentil OPD yang Datang Setengah Hati

Meski menghadapi keterbatasan, Pemprov Sulteng mencatat sejumlah capaian makro. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia Sulawesi Tengah pada 2025 meningkat dari 72 menjadi 72,80. Pertumbuhan ekonomi daerah juga bertahan pada peringkat kedua tertinggi secara nasional.

Capaian tersebut didukung implementasi program unggulan Sembilan Berani, khususnya Berani Cerdas dan Berani Sehat. Pada sektor pendidikan, pemerintah menjalin kerja sama dengan sekitar 400 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk memastikan pembiayaan mahasiswa penerima program Berani Cerdas dapat ditransfer langsung ke kampus.

“Mahasiswa kita tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya. Begitu ada keterangan dari kampus, pemerintah langsung mentransfer ke perguruan tinggi. Ini bentuk kehadiran negara di sektor pendidikan,” kata Anwar.

Di sektor kesehatan, Program Berani Sehat menjadi solusi bagi warga terdampak penonaktifan kepesertaan JKN secara nasional. Di Sulawesi Tengah, lebih dari 111 ribu warga terdampak, namun tetap dapat mengakses layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP.

Baca Juga:  Erwin Burase Tegaskan KRIS Jadi Prioritas Layanan Publik

“Saya tidak ingin masyarakat Sulawesi Tengah takut berobat hanya karena kartu JKN-nya nonaktif. Selama ada KTP, pemerintah hadir,” tegasnya.

Tahun 2025 juga mencatat tonggak penting dengan dilaksanakannya operasi jantung terbuka pertama di RSUD Undata, menandai peningkatan kapasitas layanan rujukan daerah.

Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menambahkan pemerintah menargetkan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis mulai 2026 melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin, dengan RSUD Undata sebagai rumah sakit pendidikan utama.

“Insya Allah, tahun 2026 Sulawesi Tengah sudah memiliki pendidikan dokter spesialis sendiri. Anak-anak daerah tidak perlu lagi keluar jauh untuk menempuh pendidikan spesialis,” ujar Reny.

Di bidang infrastruktur, pemerintah fokus membuka konektivitas wilayah melalui pembangunan ruas jalan strategis, termasuk jalur Sausu–Sigi, untuk memperlancar distribusi hasil perkebunan dan mobilitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Jelang Idulfitri, Imbauan Takbiran di Parimo Picu Reaksi Publik

Sektor transportasi udara juga diperkuat dengan pembukaan penerbangan internasional serta rencana penerbangan langsung dari Tiongkok ke Palu pada April 2026. Pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri juga terus didorong agar ke depan dapat menjadi embarkasi haji.

“Kalau bandara ramai, hotel tumbuh, rumah makan hidup, UMKM bergerak. Ekonomi rakyat akan ikut naik. Itu sebabnya saya minta event nasional dipusatkan di Palu,” kata Anwar.

Selain itu, Kota Palu dipersiapkan menjadi tuan rumah Fornas 2027 yang diproyeksikan menghadirkan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia dan memberi dampak ekonomi bagi daerah.

Menutup sambutannya, Anwar mengajak seluruh elemen masyarakat terus mendukung pembangunan yang sedang berjalan.

“Kami sadar kerja ini belum sempurna. Tapi fondasi sudah kita letakkan. Dengan doa, kebersamaan, dan kerja keras, saya yakin Sulawesi Tengah akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.

Sumber: Tim Media Berani