PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Ratusan hektare lahan persawahan di Desa Ogotion, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menghadapi ancaman gagal tanam setelah wilayah tersebut dilanda kemarau selama hampir satu bulan tanpa hujan.
Kondisi tersebut membuat aktivitas petani di areal persawahan belum berjalan seperti biasanya. Hingga saat ini, belum terlihat kegiatan penanaman karena sebagian lahan mengalami kekeringan dan tidak memiliki cukup ketersediaan air untuk mendukung proses budidaya.
Kepala Desa Ogotion, Budi NLP, Kamis (20/08/2026) mengatakan wilayahnya memiliki areal pertanian sekitar 800 hektare. Dari luasan tersebut, kurang lebih 400 hektare kini terdampak kekeringan.
“Luas areal pertanian di Desa Ogotion mencapai kurang lebih 800 hektare, dan saat ini sekitar 400 hektare di antaranya mengalami kekeringan,” ungkap Budi.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan serius bagi masyarakat karena sebagian besar petani menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian. Terlebih, Desa Ogotion selama ini menjadi salah satu kawasan yang berperan penting dalam menopang kebutuhan pangan di Kecamatan Mepanga.
Budi berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat melalui instansi teknis segera mengambil langkah untuk membantu petani menghadapi dampak kemarau. Penanganan ketersediaan air dinilai penting agar lahan yang terdampak tetap dapat dimanfaatkan dan musim tanam tidak terlewat.
“Kami memohon kepada pemerintah untuk segera turun tangan memberikan solusi, agar para petani dapat tetap melaksanakan kegiatan penanaman di musim ini,” harapnya.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar kekeringan tidak berdampak lebih luas terhadap produksi pertanian maupun kondisi ekonomi masyarakat. Upaya penanganan, menurutnya, perlu dilakukan segera mengingat lahan persawahan merupakan sumber utama penghidupan warga.
“Harapan kami ada langkah konkret untuk membantu mengatasi kekeringan ini, sehingga lahan pertanian tetap produktif dan petani tidak kehilangan kesempatan untuk bercocok tanam,” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho









