PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Puluhan sekolah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mendapat bantuan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2026.
Program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus menjadi salah satu program prioritas nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, mengatakan jumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025.
Hal itu disampaikan Sunarti kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, bantuan revitalisasi pendidikan tahun 2026 menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Untuk PAUD ada sekitar 30 sekolah, kemudian SD sebanyak 27 sekolah dan SMP sebanyak 14 sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi,” ungkap Sunarti.
Selain sekolah yang diusulkan pemerintah daerah, kata Sunarti, terdapat pula sejumlah sekolah yang mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat setelah kondisi bangunannya menjadi viral di media sosial.
Beberapa sekolah tersebut di antaranya SDK Baina Barat, SDK Ogolau dan SD Ogo Mojolo yang kemudian mendapat respons serta bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sunarti mengatakan, program revitalisasi tersebut sangat membantu Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam memperbaiki kondisi fisik sekolah.
Sebab, jika seluruh kebutuhan pembangunan dan perbaikan sekolah hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka kemampuan pemerintah daerah masih sangat terbatas.
“Dengan adanya program revitalisasi dari pemerintah pusat ini tentu sangat membantu daerah, khususnya dalam menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran yang lebih baik dan menyenangkan bagi peserta didik,” katanya.
Ia menjelaskan, anggaran revitalisasi disalurkan langsung oleh kementerian ke rekening masing-masing sekolah penerima bantuan.
Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah membentuk panitia pembangunan untuk mengelola pekerjaan secara swakelola sesuai dengan mekanisme dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong berperan sebagai penerima manfaat sekaligus melakukan pengawasan, pemantauan dan pendampingan terhadap pelaksanaan pembangunan di setiap sekolah.
Pelaksanaan program revitalisasi tersebut turut didampingi fasilitator dari Universitas Tadulako dan dipantau oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Selain itu, Kementerian Pendidikan juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam pengawasan program, mulai dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi hingga Kejaksaan Negeri Parigi Moutong.
Sunarti menegaskan, Dinas Pendidikan tetap bertanggung jawab melakukan kontrol dan pemantauan agar pembangunan di setiap sekolah berjalan sesuai petunjuk teknis, memiliki kualitas yang baik dan selesai tepat waktu.
Seluruh pekerjaan revitalisasi sekolah ditargetkan rampung paling lambat 31 Desember 2026 sesuai perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani oleh pihak terkait.
“Kami dari Dinas Pendidikan akan terus memantau seluruh proyek bantuan revitalisasi di sekolah-sekolah yang ada di Parigi Moutong. Kami berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan,” pungkas Sunarti.
Laporan: Tommy Noho









