Bupati Parimo Salurkan Bantuan, Dorong Hunian Permanen Korban Banjir

oleh -104 Dilihat
oleh
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Toribulu, Rabu (7/10/2026), sekaligus meninjau kondisi warga dan lokasi pengungsian. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Toribulu, Rabu (7/10/2026), sekaligus meninjau kondisi warga dan lokasi pengungsian. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Bupati Parigi Moutong (Parimo) H. Erwin Burase menyalurkan bantuan sembako sekaligus meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Kecamatan Toribulu, Rabu (7/10/2026). Peninjauan itu sekaligus memastikan kebutuhan warga terpenuhi dan penanganan korban bencana berjalan di lapangan.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terhadap warga yang terdampak banjir pada 25 dan 27 September 2026.

Berdasarkan pendataan pemerintah, sebanyak 191 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di enam desa di Kecamatan Toribulu. Rinciannya, Desa Tomoli Utara 70 KK, Toribulu Selatan 35 KK, Singura 30 KK, Sibalago 25 KK, Sienjo 15 KK, dan Tomoli Selatan 16 KK.

Erwin Burase mengatakan tingginya curah hujan di wilayah Parigi hingga Kasimbar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banjir berulang di sejumlah wilayah.

“Banjir di wilayah kita terjadi berulang-ulang. Ini yang harus kita antisipasi bersama agar kejadian seperti ini tidak terus terjadi dan masyarakat tidak menjadi korban,” ujar Bupati.

Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), segera mengidentifikasi titik-titik yang menjadi penyebab banjir.

Baca Juga:  Faisan, Anleg DPRD Parimo Janji Kawal Keluhan Warga Bantaya Soal Talud

Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup dilakukan setelah kejadian. Langkah antisipasi dan mitigasi harus diperkuat sejak dini untuk mengurangi risiko serta dampak terhadap masyarakat.

“Ini saya minta kepada OPD teknis, Badan Bencana dan juga PU untuk melihat masalahnya, mengantisipasi dari awal agar kejadian banjir ini tidak terjadi berulang-ulang,” katanya.

Bantuan sembako yang disalurkan merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Setelah menyerahkan bantuan di Desa Tomoli Utara, Bupati bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Sibalago. Di wilayah tersebut, masih terdapat warga yang menempati lokasi pengungsian akibat bencana banjir yang terjadi pada 2024.

Hasil peninjauan menunjukkan masih ada delapan KK yang bertahan di lokasi pengungsian. Bahkan, sejumlah tenda masih digunakan oleh lebih dari satu keluarga.

Bupati berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka. Dalam dialog tersebut, ia juga mendapat informasi mengenai warga yang sedang sakit sehingga membutuhkan perhatian, terutama terkait layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Selain sembako, pemerintah menyerahkan tenda dan sarung serta menyediakan mesin pompa air untuk mendukung kebutuhan air bersih warga. Kebersihan dan kesehatan masyarakat di lokasi pengungsian juga menjadi perhatian dalam penanganan tersebut.

Baca Juga:  DPRD Parimo Minta Bupati Hidupkan Pabrik Bimoli Demi Lapangan Kerja dan PAD

Erwin menegaskan warga yang telah lama berada di pengungsian harus segera mendapat penanganan serius agar dapat kembali menjalani kehidupan di tempat tinggal yang lebih layak.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) akan membantu pembangunan rumah permanen bagi warga yang masih berada di pengungsian. Sementara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan seluas 37 x 40 meter sebagai lokasi pembangunan hunian.

Pembangunan rumah permanen tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui proses tender. Pemerintah berharap pembangunan dapat direalisasikan secepatnya agar warga tidak terus tinggal di pengungsian.

“Pemerintah provinsi membantu pembangunan rumah permanen, sementara pemerintah kabupaten sudah menyiapkan lahannya. Kita berharap prosesnya dapat segera berjalan sehingga masyarakat yang masih berada di pengungsian bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak,” ujarnya.

Hunian permanen tersebut diharapkan menjadi solusi bagi warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian sejak bencana banjir 2024.

Selain banjir, Bupati mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai ancaman bencana lain, termasuk kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan. Menurutnya, kondisi cuaca di sejumlah wilayah Parigi Moutong saat ini tidak seragam.

Baca Juga:  Zulfinasran Kukuhkan Pengurus Ikatan Alumni SMPN 2 Tinombo

Sebagian wilayah mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang memicu banjir, sedangkan wilayah lainnya justru menghadapi kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih.

Karena itu, edukasi dan mitigasi bencana perlu terus diperkuat hingga tingkat masyarakat, termasuk kepada anak-anak sekolah. Saat bencana terjadi, keselamatan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu-ibu harus menjadi prioritas.

Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergerak dalam penanganan bencana, mulai dari relawan, petugas BPBD, pemerintah desa, camat beserta jajaran, hingga masyarakat.

Ia berharap penanganan yang dilakukan pemerintah dapat memberikan solusi nyata bagi warga terdampak, terutama masyarakat Sibalago yang masih berada di pengungsian, sehingga mereka segera memperoleh hunian layak dan dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan masyarakat terdampak mendapat penanganan dan tempat tinggal yang layak, sehingga mereka tidak terus berada dalam kondisi pengungsian,” pungkasnya.

Sumber: Diskominfo Parigi Moutong.