Kasus HIV/AIDS di Sulteng Capai 85 Persen Pada 2024

oleh -687 Dilihat
oleh
Kasus HIV/AIDS di Sulteng Capai 85 Persen Pada 2024
Ilustrasi HIV/AIDS. Foto: Istimewa

PALU, KONTEKS SULAWESI Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sulawesi Tengah (Sulteng) Farid Rifai Yotolembah mengungkapkan, bahwa kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut saat ini sudah mencapai 85 persen.

Ia menyebut penularannya lebih dari 90 persen melalui hubungan seks berisiko, baik hetero seksual maupun homoseksual.

“Angka ini berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng pada April 2024. Dalam data ini juga secara kumulatif terungkap kasus HIV/AIDS berjumlah kurang lebih 4.023 kasus,” sebut Farid Yotolembah saat mewakili Gubernur Sulteng membuka rapat koordinasi Anggota Pokja Komisi Penanggulangan Aids di Gedung Bakeswi Palu, Selasa (27/8/2024).

Baca Juga:  Warga Salusumpu Dilaporkan Hilang Ditemukan Meninggal Dunia

Menurutnya, upaya pengendalian HIV/AIDS di wilayah Sulteng telah dilaksanakan oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) provinsi maupun kabupaten dan kota, namun belum optimal.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pengetahuan masyarakat tentang informasi dasar HIV/AIDS masih rendah khususnya pada anak usia 15-24 tahun.

Kata dia, dari 3.118 siswa yang mendapatkan sosialisasi HIV, hanya sejumlah 654 siswa mempunyai pengetahuan komprehensif.

Sehingga dapat dipastikan dari target 95 persen, hanya 32,29 persen remaja yang memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS.

“Upaya pencegahan HIV/AIDS dapat dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial,” ujarnya. 

Baca Juga:  Tim SAR Cari Warga Watusongu Terseret Arus Sungai

Untuk itu ia mengajak seluruh pihak terkait dan masyarakat, bersama-sama mencegah dan melawan HIV/AIDS sehingga dapat menekan adanya infeksi baru dan hilangnya stigma serta diskriminasi.

Hal ini juga kata ia, sejalan dengan tujuan yang akan dicapai yaitu three zero tahun 2030. Yakni zero new infection, zero discrimination dan zero related death aids.

“Gerakan penanggulangan HIV/AIDS di Provinsi Sulawesi Tengah perlu keterlibatan semua sektor. Sehingga ke depan diharapakan agar OPD sebagai anggota Pokja KPAP berkomitmen dan bersama-sama merencanakan progam sesuai tupoksi dan memadukan dengan upaya pencegahan HIV/AIDS,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kapolri Marah Oknum Brimob Aniaya Siswa hingga Tewas di Tual

Laporan : Abdul Farid