Debat Publik Pikada Parimo: Nizar-Ardi Soroti Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan

oleh -14787 Dilihat
oleh
Ternyata Ini Maksud dari Program “Bunga Desa” Paslon BERSINAR
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong periode 2024-2029, Nizar Rahmatu dan Ardi Kadir. Foto: KONTEKSSULAWESI/Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Debat publik pertama menjadi salah satu momen krusial dalam menyampaikan visi dan misi dari masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dalam berkontestasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, 27 November 2024 mendatang.

Sebab acara ini bertujuan sebagai ruang masyarakat untuk mendapatkan kesempatan guna mengetahui visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan oleh para pasangan calon.

Dalam debat pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parimo, di Swiss-Belhotel Silae Palu, Selasa (22/10/2024) malam, salah satu paslon dari nomor urut 3, Nizar Rahmatu dan Ardi Kadir memaparkan beberapa visi-misi mereka.

Baca Juga:  DPRD Desak BRI Parigi Bebaskan Ijazah Karyawan

Visi dan misi yang disampaikan tersebut, yaitu bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Parimo.

Dalam paparannya, Calon Bupati Nizar Rahmatu mengatakan, bahwa peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah.

“Bicara kesehatan dan pendidikan, itu adalah kewajiban, karena Kepala Daerah perpanjangan tangan pemerintah pusat. Tinggal upaya seperti apa yang dilakukan ke depan, agar permasalahan ini bisa terselesaikan,” ujarnya.

Menurut Nizar, sektor pelayanan kesehatan menjadi paling penting untuk di perhatikan. Sehingga dalam visi misinya, mereka berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, dengan menjadikan beberapa rumah sakit di Kabupaten Parigi Moutong sebagai rumah sakit rujukan, khususnya di wilayah-wilayah yang jauh dari ibu kota.

Baca Juga:  Parigi Moutong Finis Urutan 9 di Perolehan Medali POPDA Sulteng

“Kita akan jadikan beberapa rumah sakit seperti di Moutong itu menjadi rumah sakit rujukan. Jadi kalau ada yang mau melahirkan tidak perlu lagi jauh-jauh ke Parigi. Ini komitmen atau harga mati untuk pasangan BERSINAR,” jelasnya.

Laporan : Tommy Noho