Warga Nyaris Ricuh, Buntut Pemberhentian Kades Sigenti, Rapat Warga Berubah Jadi Arena Tudingan

oleh -3046 Dilihat
oleh
Warga Desa Sigenti menggelar aksi damai di Kantor Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (2/8/2025). Aksi ini dipicu polemik pemberhentian kepala desa dan tudingan penguasaan aset desa oleh anggota BPD. Foto: Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Rapat penyelesaian permasalahan aspirasi masyarakat di Kantor Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Sabtu (2/8/2025), nyaris ricuh. Ketegangan muncul akibat aksi damai yang dilakukan oleh kubu pendukung Kepala Desa Sigenti, berujung pada saling tuding antara mereka dengan Aliansi Masyarakat Sigenti Bersatu.

Keributan dipicu oleh orasi salah satu koordinator lapangan yang menuduh seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sigenti telah menguasai aset desa berupa satu unit mobil.

“Terkait provokator yang disebut Pak Wabup, saya baru mengalami hal ini. Saya dituduh oleh saudara dari Pak Kades bahwa saya menguasai aset desa melalui media sosial live streaming, yaitu sebuah mobil,” ujar Hi. Tandra di hadapan Wakil Bupati Parimo.

Baca Juga:  Warga Perbatasan Moutong Desak Beberapa Hal Dalam Agenda Reses Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong

Hi. Tandra menjelaskan kronologis penguasaan mobil tersebut. Ia mengaku saat itu belum menjadi anggota BPD dan hanya berniat menyelamatkan mobil desa yang mengalami kecelakaan di kebun kopi.

“Waktu itu saya ke Polres melihat mobil itu sudah mau hancur. Maka saya ambil untuk diperbaiki, dengan catatan jika dana desa keluar, maka biaya perbaikan dikembalikan. Saya pun sudah melaporkan hal itu ke kepala desa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa belum dikembalikannya mobil tersebut bukan karena niat menguasai, melainkan karena belum ada dana desa yang bisa digunakan. “Kalau memang ada uang hari ini, ambil saja. Bila perlu, di tengah jalan ada uang, silakan ambil,” tegasnya.

Baca Juga:  Pasar Murah Ramadan di Kejari Parigi Moutong Diserbu Warga

Sementara itu, Wakil Bupati Parimo Abdul Sahid menyatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menjadi provokator dalam konflik tersebut. Ia meminta masyarakat untuk menahan diri dan memberi waktu dua pekan untuk menyelesaikan persoalan.

“Saya akan selesaikan dalam waktu dua minggu. Percayakan persoalan ini kepada saya,” pungkas Abdul Sahid.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *