Mahasiswa UIN Anak Nelayan Parigi Toreh Juara Nasional, Bikin Haru

oleh -574 Dilihat
oleh
Dwi Bintang Saputra E. Yasin, mahasiswa UIN Datokarama Palu asal Parigi Moutong yang meraih Juara 2 Nasional Lomba Konten Kreatif 2025 kategori video. Foto: Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Prestasi membanggakan datang dari Parigi Moutong (Parimo). Dwi Bintang Saputra E. Yasin, mahasiswa semester tiga Program Sarjana Hukum Tata Negara Islam, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, sukses meraih Juara 2 Nasional Lomba Konten Kreatif 2025 kategori video.

Kompetisi ini diselenggarakan BEM Fakultas Pertanian (Faperta) Malang dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 dengan mengusung tema “Merdeka Berkarya, Merdeka Berkontribusi”. Dari penilaian kreativitas, kesesuaian tema, dan kualitas karya, Bintang dinyatakan berhak menempati posisi kedua.

“Tekad saya hanya satu, yaitu untuk mengangkat derajat orang tua dan keluarga yang selama ini banyak membantu dan mendukung saya menempuh pendidikan, walaupun mereka tertatih-tatih agar saya tetap bisa kuliah di UIN,” ungkap Bintang.

Baca Juga:  ‘GEMARIKAN’ Agenda Tahunan DKP Parigi Moutong Sekaligus Mencegah stunting

Lahir di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, pada 6 Januari 2005, Bintang adalah anak dari pasangan Erwin Yasin dan Nova Pakaya. Terlahir dari keluarga nelayan sederhana, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bersaing di level nasional.

Sebelumnya, Bintang sempat diragukan saat mengikuti kontestasi tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk kala mendaftar sebagai Duta Pariwisata. Ia bahkan mengaku belum pernah mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong.

“Mungkin karena saya lahir dan besar di pesisir pantai, dianggap tidak mampu bersaing dengan daerah lain. Padahal, saya juga warga Parigi Moutong yang butuh dukungan dari pemda,” ujarnya.

Baca Juga:  AKBP Hendrawan Pimpin Sertijab Kapolsek Tomini, Tekankan Pelayanan Humanis untuk Warga

Meski begitu, penghargaan nasional ini menjadi bukti bahwa kerja keras mampu menembus keterbatasan. Bintang menegaskan pengalaman masa lalu justru menjadi motivasi untuk terus berjuang.

“Tak apa, ke depan saya harus lebih giat lagi agar pemerintah bisa memberikan ruang bagi anak muda untuk ikut dalam pembangunan Parigi Moutong,” pungkasnya.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *