Politisi Golkar Lely Pariani Serap Aspirasi Masyarakat Soal Jasa Medis Tertunggak

oleh -419 Dilihat
oleh
Anggota DPRD Parigi Moutong, Ni Wayan Lely Pariani, SH, menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses masa persidangan III tahun sidang 2024–2025 di Dapil V meliputi Kecamatan Torue, Balinggi, dan Sausu. Foto: Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kembali menjadi wadah penting penyampaian aspirasi masyarakat. Anggota DPRD Parimo dari daerah pemilihan (Dapil) V, Ni Wayan Lely Pariani, SH, turun langsung menemui warga di Kecamatan Torue, Balinggi, dan Sausu dalam agenda temu konstituen masa persidangan III tahun sidang 2024–2025.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang mendengar keluhan warga, tetapi juga memberi pemahaman terkait pengelolaan anggaran serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Baca Juga:  Berikut Syarat Dukungan Calon Kepala Daerah Jalur Perseorangan

“UMKM merupakan salah satu solusi nyata untuk menunjang kualitas kehidupan masyarakat, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, hingga kesehatan,” ujar Lely Pariani.

Menurutnya, peningkatan taraf kehidupan masyarakat dapat diwujudkan melalui pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta perluasan kesempatan kerja.

“Semua itu akan bermuara pada terwujudnya masyarakat yang lebih aman, damai, dan sejahtera,” katanya menegaskan.

Dalam reses tersebut, Lely juga menerima sejumlah keluhan dari tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, khususnya terkait laporan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang kesehatan. Salah satu persoalan utama yang disampaikan adalah tunggakan pembayaran jasa medis yang belum direalisasikan sejak 2023.

Baca Juga:  Bupati Parimo Tegas Larang Tambang Ilegal, DPRD Ikut Bicara

“Masalah jasa medis ini penting untuk segera dituntaskan oleh pemerintah daerah. Mereka adalah tenaga kesehatan yang bekerja melayani masyarakat, sehingga haknya harus dibayarkan,” tegasnya.

Selain menyerap aspirasi, Lely juga memanfaatkan kesempatan reses untuk menyosialisasikan pilar-pilar kebangsaan. Upaya ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai persatuan, memperkuat kesadaran berbangsa, serta mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Inilah fungsi kami sebagai wakil rakyat, menyampaikan keluhan masyarakat sekaligus menanamkan nilai kebangsaan untuk menjaga persatuan,” pungkasnya.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *