Banyak Lampu Jalan Mati, Komisi I DPRD Parimo Pertanyakan Anggaran

oleh -521 Dilihat
oleh
Ketua Komisi I DPRD Parigi Moutong, Muhammad Irfain (depan), saat mengikuti rapat paripurna bersama jajaran anggota dewan lainnya, Senin (22/9/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti lampu jalan di jalur dua Petapa yang banyak tidak berfungsi meski anggarannya cukup besar. Foto: GV
Ketua Komisi I DPRD Parigi Moutong, Muhammad Irfain (depan), saat mengikuti rapat paripurna bersama jajaran anggota dewan lainnya, Senin (22/9/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti lampu jalan di jalur dua Petapa yang banyak tidak berfungsi meski anggarannya cukup besar. Foto: GV

PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Sorotan tajam dilontarkan Ketua Komisi I DPRD Parigi Moutong (Parimo), Muhammad Irfain, terkait kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalur dua Petapa yang hingga kini masih banyak yang tidak berfungsi.

Irfain mengungkapkan hal ini usai rapat paripurna DPRD pada Senin (22/09/2025). Ia menilai, dengan besarnya anggaran yang dialokasikan setiap tahun, seharusnya masalah lampu jalan mati tidak lagi terjadi, baik di jalur dua maupun di dalam Kota Parigi.

“Setiap tahun anggaran untuk lampu jalan ini cukup besar, namun faktanya di jalur dua Petapa masih banyak yang mati. Bahkan, kalau saya tidak salah, sampai di ujung hanya dua tiang saja yang menyala,” tegasnya.

Baca Juga:  HKP 2024, Pemkab Parigi Moutong Gelar Lomba Ranking 1

Politisi muda itu juga mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran pada Bagian Umum Setda Parimo yang membawahi urusan penerangan jalan. Menurutnya, kondisi di lapangan jelas tidak sebanding dengan nilai anggaran yang terus dikucurkan.

“Kalau anggarannya besar tapi hasilnya seperti ini, tentu menimbulkan pertanyaan. Apalagi, bukan hanya di jalur dua, tetapi juga dalam kota, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi,” ujarnya menambahkan.

Irfain mendesak pemerintah daerah agar serius memperhatikan masalah penerangan jalan. Selain menyangkut kenyamanan, kondisi gelap di sepanjang jalan juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Baca Juga:  Karhutla di Parimo Tembus 147 Hektare

“Kami akan terus mengawasi persoalan ini. Harus ada transparansi anggaran dan perbaikan segera agar penerangan jalan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Laporan: Andi Riskan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *