PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Di tengah lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap kebersihan kota, seorang warga Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menunjukkan aksi nyata yang patut dicontoh. Tasrifin, anak dari Imam Masjid Nurul Bahri, dengan sukarela membeli racun rumput untuk membersihkan bahu jalan di sekitar lingkungannya.
Setiap bulan, ia menyemprot rumput liar yang tumbuh di sepanjang Jalan Nurul Bahri hingga sebagian Jalan Yos Sudarso. Bagi Tasrifin, kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga cerminan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya.

“Bahu jalan itu seharusnya bersih dan berfungsi sebagai area aman bagi kendaraan berhenti, juga sebagai jalur tambahan bagi pejalan kaki atau pesepeda,” ungkap Tasrifin kepada media ini, Ahad (5/10/2025).
Ia menjelaskan, membersihkan bahu jalan dari rumput liar, sampah, dan lumpur penting agar kendaraan memiliki ruang aman serta saluran drainase tetap berfungsi baik. Menurutnya, genangan air yang sering terjadi di Kelurahan Bantaya saat musim hujan bisa diatasi jika drainase selalu bersih.
“Saya juga pastikan saluran air di sisi jalan lancar agar air hujan tidak menggenang. Kalau dibiarkan, bisa rusak jalan dan merugikan warga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tasrifin berharap kegiatan seperti ini menjadi gerakan bersama warga dan pemerintah dalam memperindah kota Parigi. Ia menilai, gotong royong bukan hanya mempercepat penataan lingkungan, tapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial antarwarga.
Ia menegaskan, inisiatif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, semangat gotong royong seperti ini dapat menghemat anggaran publik yang kerap habis untuk kegiatan kebersihan, padahal bisa dilakukan bersama masyarakat.
“Kalau masyarakat dan pemerintah bergandengan tangan, Parigi bisa jadi kota yang bersih, indah, dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.
Aksi sederhana Tasrifin seharusnya membuka mata pemerintah daerah Parimo bahwa kepedulian terhadap kebersihan kota tak cukup hanya dengan program dan anggaran, tetapi juga dengan keteladanan dan kehadiran nyata di lapangan.
Laporan: Rizky









