PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Kondisi jalan trans Sulawesi di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan. Pasalnya, seorang ibu dan anak menjadi korban kecelakaan akibat terperosok ke lubang jalan hingga harus dilarikan ke Puskesmas Sausu.
Kejadian itu diungkap oleh warga bernama Muhammad Baharuddin Hafidz melalui akun Facebook miliknya. Ia menyebut peristiwa itu membuatnya teringat kembali soal kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki pemerintah.
“Mau sampai kapan jalan Sausu memakan korban? Saat perjalanan pulang dari arah Sausu menuju Tolai, saya dan Zyad Firgyawan melihat motor jatuh. Ternyata seorang ibu dan anaknya tergeletak, sang ibu memeluk anaknya yang penuh darah tanpa peduli luka di tubuhnya sendiri,” tulis Baharuddin.
Ia menuturkan, anak kecil tersebut menangis dengan wajah berlumuran darah dan bengkak di kepala. Tak tega melihat kondisi itu, Baharuddin bersama rekannya segera menggendong sang anak dan membawa ibu korban ke Puskesmas Sausu untuk mendapatkan perawatan medis.
“Ternyata ibunya terjatuh karena menginjak lubang di jalan. Kalau pemerintah saat ini tidak mampu memperbaiki jalan ini, berarti sama saja dengan pemerintah sebelumnya, tidak ada bedanya,” tegas Baharuddin.
Ia bahkan menantang pemerintah daerah maupun provinsi untuk memberikan ruang berdiskusi soal persoalan jalan tersebut. Menurutnya, pertemuan tak boleh sebatas dialog belaka, tetapi harus dilanjutkan dengan aksi nyata.
“Kalau memang kami harus menghadap bupati dan gubernur, kami siap berangkat. Tapi jangan hanya diskusi saja, harus ada eksekusi,” pungkasnya.
Unggahan Baharuddin sontak menuai beragam komentar warga lainnya. Naomi Kenyat Agus, misalnya, menilai kondisi itu seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah Sulawesi Tengah.
“Kabupaten di daerah Sulteng, semua yang menjabat jadi atasan hanya mementingkan pribadi. DPRD juga tidak ada gunanya bagi masyarakat,” sindir Naomi.
Sementara itu, Vivi Rusdianti Ningrum juga menyampaikan kekecewaannya. Ia bahkan mengusulkan sindiran keras agar warga menanam pohon pisang di lubang jalan supaya pemerintah segera bertindak.
“Apakah harus ditanami pohon pisang dulu di setiap lubang jalan trans Sausu agar viral? Mungkin barulah pemerintah bergerak, karena selama ini hanya janji-janji saja,” tulis Vivi.
Laporan: Tommy Noho








