Bupati Erwin Ingatkan Kades Baru Soal Transparansi dan Gejolak Desa

oleh -225 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Bupati Parigi Moutong berdiri di depan mimbar saat memimpin prosesi pelantikan Kepala Desa Palasa Tengah sebagai pejabat antar waktu, yang digelar di Desa Ogomolos, Kecamatan Mepanga. Terlihat kades yang dilantik mengenakan setelan putih lengkap, sementara para pejabat daerah menyaksikan prosesi tersebut. Foto: Tommy Noho
Keterangan Foto: Bupati Parigi Moutong berdiri di depan mimbar saat memimpin prosesi pelantikan Kepala Desa Palasa Tengah sebagai pejabat antar waktu, yang digelar di Desa Ogomolos, Kecamatan Mepanga. Terlihat kades yang dilantik mengenakan setelan putih lengkap, sementara para pejabat daerah menyaksikan prosesi tersebut. Foto: Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pelantikan Abdul Rauf Kepala Desa Palasa Tengah di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, berubah menjadi forum peringatan keras. Bupati Parimo, Erwin Burase, menegaskan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar posisi struktural, tetapi amanah yang menuntut integritas dan kemampuan menjaga stabilitas desa.

Pada pelantikan yang digelar di Desa Ogomolos, Kecamatan Mepanga, Rabu (12/11/2025) dan dirangkaikan dengan peresmian Rest Area serta penyerahan bantuan sembako itu, Erwin meminta kades baru menjalankan mandat dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga:  PWRI Dikukuhkan, Pemerintah Parimo Kembali Janjikan Ruang Partisipasi

“Saya berharap saudara dapat menjalankan tugas dengan jujur, beretika, dan mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujarnya.

Erwin juga menyinggung situasi sejumlah desa yang belakangan dilanda gejolak sosial akibat persoalan kepemimpinan. Ia mengungkap adanya laporan aksi protes warga, mulai dari tuntutan pemberhentian kepala desa hingga penyegelan kantor desa.

“Ada desa di bagian selatan demo meminta kades diberhentikan, tapi hari ini ada demo tandingan yang meminta kantor desa tidak ditutup. Gesekan seperti ini harus menjadi pelajaran,” tegasnya.

Menurut Erwin, akar persoalan paling dominan dalam konflik desa adalah minimnya keterbukaan pengelolaan anggaran oleh kepala desa. Ia menegaskan bahwa beberapa kasus bahkan telah masuk dalam penanganan kejaksaan.

Baca Juga:  Disperindag Sulteng Sidak Produk Minyakita di Pasar-Distributor

“Saya pesan lagi, jangan sampai ada kepala desa yang harus menjalani pemeriksaan hukum hanya karena kurang transparan,” pungkasnya.

Di akhir sambutan, Erwin mengajak seluruh kepala desa se-Kabupaten Parigi Moutong untuk kembali pada arah pembangunan daerah. Ia meminta mereka menyelaraskan program dengan visi-misi “Gebang Desa” Gerakan Membangun dari Desa sebagai fondasi pemerataan pembangunan dari tingkat paling bawah.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *