Bom Ikan Kembali Menghantam Teluk Tomini, Warga Desak Pemerintah Bertindak Tegas

oleh -289 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Ilustrasi seorang pria melempar benda ke laut di perairan Sigenti, Parigi Moutong. Aksi ini menggambarkan maraknya praktik pengeboman ikan yang merusak ekosistem pesisir Teluk Tomini. Foto: Dok. Konteks Sulawesi
Keterangan Foto: Ilustrasi seorang pria melempar benda ke laut di perairan Sigenti, Parigi Moutong. Aksi ini menggambarkan maraknya praktik pengeboman ikan yang merusak ekosistem pesisir Teluk Tomini. Foto: Dok. Konteks Sulawesi

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Dua hari setelah pemerintah daerah menggelar sosialisasi bahaya illegal fishing, dentuman bom ikan kembali memecah ketenangan laut Sigenti Selatan, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah. Alih-alih surut, praktik perusak ekosistem ini justru seakan dibiarkan berulang tanpa tindakan tegas dari aparat dan pemerintah daerah.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, sebelumnya menegaskan komitmennya untuk memerangi praktik pengeboman ikan yang masih marak di wilayah pesisir Teluk Tomini. Namun warga menilai seruan itu belum cukup menghadang aksi para pelaku yang bergerak bebas di perairan antara Dusun 3 Sigenti Selatan hingga Dusun 1 Maninili Utara.

Baca Juga:  Atlet Panjat Tebing Parigi Moutong Berhasil Sumbang Tujuh Medali

“Larangan itu seolah hanya angin lalu bagi para pelaku,” ujar sejumlah warga.

Pernyataan Erwin disampaikan saat membuka Sosialisasi Illegal Fishing di Pantai Wisata Mutiara Karang Indah, Desa Malalan, Kecamatan Mepanga, Selasa (11/11/2025).

“Praktik seperti ini bukan hanya merusak laut kita, tetapi juga merampas masa depan anak cucu kita,” tegasnya.

Kegiatan yang menghadirkan tim ahli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut bertujuan memberi edukasi kepada masyarakat pesisir mengenai bahaya penggunaan bahan peledak dan zat kimia seperti potasium sianida. Erwin menegaskan bahwa tindakan itu bukan hanya melanggar hukum, tetapi menghancurkan ekosistem laut, terutama terumbu karang yang menjadi rumah bagi berbagai spesies ikan.

Baca Juga:  Evaluasi Besar-Besaran, Bupati Parimo Siap Copot Pejabat Tak Berkinerja

“Saya minta masyarakat pesisir Teluk Tomini berkomitmen menjaga kelestarian laut dan menolak segala bentuk illegal fishing,” ujar Bupati Erwin.

Aksi Berulang, Modus Kian Licik

Penelusuran lapangan memperlihatkan pola yang makin terang. Warga menyebut aksi pengeboman terjadi rutin setiap Senin pagi dan Jumat siang, tepat ketika masyarakat tengah bersiap atau sedang melaksanakan salat Jumat.

“Lokasinya tak jauh dari bibir pantai, di area tubir Phatu Lompa,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya.

Pelaku diduga berasal dari luar desa sigenti selatan. Modus mereka dinilai licik, setelah meledakkan bom, mereka kabur cepat menggunakan perahu, kemudian kembali menyelam mengambil ikan mati. Tak jarang pula berpura-pura mengejar pelaku saat terlihat warga, lalu kembali mengumpulkan hasil pengeboman.

Baca Juga:  Tak Bertaji, Janji DPRD Parimo Soal RDP Tambang Ilegal Sipayo Menguap

Kerusakan tak hanya menyasar populasi ikan, tetapi juga menghancurkan terumbu karang, menurunkan produktivitas nelayan, serta mengancam keberlanjutan ekosistem laut Teluk Tomini. Warga mendesak Satgas Illegal Fishing turun segera sebelum kerusakan makin meluas.

“Ini bukan sekadar soal ikan hari ini, tapi soal masa depan laut kami,” pungkas seorang tokoh nelayan.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *