MOROWALI, KONTEKS SULAWESI — Ketua DPW Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo (ISL), turun langsung ke Morowali untuk menemui Ketua APRI Kabupaten Morowali, Suhardin Alaudin, bersama jajaran pengurus. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya memantapkan arah organisasi menjelang agenda besar APRI pada 2026. Isram menekankan bahwa konsolidasi menjadi instrumen krusial untuk menata kembali kekuatan internal asosiasi.
“Kegiatan konsolidasi berfungsi sebagai momentum penting untuk mempererat hubungan dan rasa kebersamaan di antara para penghulu sebagai anggota asosiasi,” katanya menegaskan.
Dalam dialog yang berlangsung intens itu, Isram menggarisbawahi pentingnya penyamaan persepsi seluruh anggota terkait langkah strategis organisasi. Ia menyebut, APRI tidak boleh bergerak dengan interpretasi yang berbeda-beda, terutama ketika memasuki fase penyusunan program kerja jangka panjang.
Konsolidasi tersebut juga membahas pembaruan kebijakan dan evaluasi menyeluruh terhadap struktur kelembagaan APRI di tingkat kabupaten. Upaya ini termasuk penguatan etika kerja penghulu, transparansi layanan, hingga peningkatan standar profesionalisme melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang disebut sebagai salah satu pilar pembenahan internal.
Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik, Isram menilai APRI harus tampil sebagai asosiasi yang adaptif. Ia menyebut bahwa tantangan penghulu kini tidak lagi hanya administratif, tetapi juga menyangkut integritas, akuntabilitas, dan kepekaan sosial di tengah masyarakat yang kian kritis.
Isram menutup pertemuan dengan penegasan bahwa konsolidasi bukan hanya formalitas organisasi, tetapi sebuah proses membangun kekuatan moral dan struktural APRI agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kebersamaan dalam mengembangkan organisasi hanya bisa tumbuh jika rasa persatuan dan persaudaraan terus dijaga,” ujarnya sebagai penutup.
Sementara itu, Suhardin Alaudin, Ketua APRI Morowali, menyambut baik langkah konsolidasi ini. Ia menilai kehadiran DPW memberi sinyal penting bahwa pembenahan organisasi harus dilakukan dari pusat hingga ke tingkat daerah. Menurutnya, konsolidasi semacam ini akan memperkuat koordinasi dan mempercepat implementasi kebijakan keanggotaan.
Pertemuan ini juga menyinggung persoalan tata kelola internal APRI di daerah, termasuk penguatan disiplin organisasi, penyusunan paket pelatihan berkelanjutan, dan pembentukan sistem komunikasi yang lebih efektif antara DPW dan pengurus kabupaten.
Laporan: Rizky Noho











