ISL Ketua APRI Sulteng Perkuat Konsolidasi Menghadapi Agenda Besar 2026

oleh -455 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Ketua DPW Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, bersama Ketua APRI Kabupaten Morowali, Suhardin Alaudin, dan jajaran pengurus berfoto usai menggelar pertemuan konsolidasi di Morowali. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memantapkan arah organisasi menjelang agenda besar APRI tahun 2026, di mana penguatan internal menjadi fokus utama pembahasan. Foto: Tommy Noho
Keterangan Foto: Ketua DPW Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, bersama Ketua APRI Kabupaten Morowali, Suhardin Alaudin, dan jajaran pengurus berfoto usai menggelar pertemuan konsolidasi di Morowali. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memantapkan arah organisasi menjelang agenda besar APRI tahun 2026, di mana penguatan internal menjadi fokus utama pembahasan. Foto: Tommy Noho

MOROWALI, KONTEKS SULAWESI Ketua DPW Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo (ISL), turun langsung ke Morowali untuk menemui Ketua APRI Kabupaten Morowali, Suhardin Alaudin, bersama jajaran pengurus. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya memantapkan arah organisasi menjelang agenda besar APRI pada 2026. Isram menekankan bahwa konsolidasi menjadi instrumen krusial untuk menata kembali kekuatan internal asosiasi.

“Kegiatan konsolidasi berfungsi sebagai momentum penting untuk mempererat hubungan dan rasa kebersamaan di antara para penghulu sebagai anggota asosiasi,” katanya menegaskan.

Dalam dialog yang berlangsung intens itu, Isram menggarisbawahi pentingnya penyamaan persepsi seluruh anggota terkait langkah strategis organisasi. Ia menyebut, APRI tidak boleh bergerak dengan interpretasi yang berbeda-beda, terutama ketika memasuki fase penyusunan program kerja jangka panjang.

Baca Juga:  Hadapi Krisis Iklim Perlu Mengedepankan Keadilan Gender

Konsolidasi tersebut juga membahas pembaruan kebijakan dan evaluasi menyeluruh terhadap struktur kelembagaan APRI di tingkat kabupaten. Upaya ini termasuk penguatan etika kerja penghulu, transparansi layanan, hingga peningkatan standar profesionalisme melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang disebut sebagai salah satu pilar pembenahan internal.

Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik, Isram menilai APRI harus tampil sebagai asosiasi yang adaptif. Ia menyebut bahwa tantangan penghulu kini tidak lagi hanya administratif, tetapi juga menyangkut integritas, akuntabilitas, dan kepekaan sosial di tengah masyarakat yang kian kritis.

Baca Juga:  Adiyana Bantah Video Viral, Isi Botol Bukan Miras tapi Es Teh

Isram menutup pertemuan dengan penegasan bahwa konsolidasi bukan hanya formalitas organisasi, tetapi sebuah proses membangun kekuatan moral dan struktural APRI agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kebersamaan dalam mengembangkan organisasi hanya bisa tumbuh jika rasa persatuan dan persaudaraan terus dijaga,” ujarnya sebagai penutup.

Sementara itu, Suhardin Alaudin, Ketua APRI Morowali, menyambut baik langkah konsolidasi ini. Ia menilai kehadiran DPW memberi sinyal penting bahwa pembenahan organisasi harus dilakukan dari pusat hingga ke tingkat daerah. Menurutnya, konsolidasi semacam ini akan memperkuat koordinasi dan mempercepat implementasi kebijakan keanggotaan.

Baca Juga:  Sukses Kurangi Emisi, Sulteng Dapat Alokasi 2,8 Juta Dollar AS untuk REDD+

Pertemuan ini juga menyinggung persoalan tata kelola internal APRI di daerah, termasuk penguatan disiplin organisasi, penyusunan paket pelatihan berkelanjutan, dan pembentukan sistem komunikasi yang lebih efektif antara DPW dan pengurus kabupaten.

Laporan: Rizky Noho