PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Pengurus Besar Front/Forum Pemuda Kaili (PB-FPK) Sulawesi Tengah mengapresiasi pelaksanaan sunatan massal yang digelar Pengurus Daerah Front Pemuda Kaili (PD-FPK) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Kegiatan sosial itu berlangsung di Gedung Indoor Kantor Bupati Parigi Moutong, Ahad, 11 Januari 2026, dengan melibatkan ratusan anak dari berbagai kecamatan.
Ketua PB-FPK Sulawesi Tengah, Erwin Lamporo, mengatakan kegiatan tersebut menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak yatim, dan anak terlantar yang belum menjalani sunat. Pendataan dilakukan melalui orang tua, sekolah, dan jaringan FPK di 14 kecamatan, mulai dari Sausu hingga Sidoan.
“Kami menyiapkan kegiatan ini untuk keluarga tidak mampu, anak yatim, dan anak terlantar. Pendekatannya melalui orang tua dan sekolah-sekolah di 14 kecamatan,” kata Erwin.
Menurut Erwin, sunatan massal merupakan agenda rutin PB-FPK yang kemudian ditawarkan kepada pengurus daerah. Respons positif dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menjadi faktor penting terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sebagai langkah awal bagi PD-FPK Parimo untuk memperluas kerja-kerja sosial yang lebih menyentuh masyarakat bawah.
“Ini karya kecil yang terus kami dorong. Ke depan, PD-FPK Parimo diharapkan mampu menghadirkan kegiatan sosial lain yang lebih luas dan berdampak langsung,” ujarnya.
Erwin juga mengingatkan tantangan sosial di Parigi Moutong yang dinilai lebih kompleks dibanding daerah lain karena kemajemukan masyarakat. Menurut dia, potensi gesekan sosial harus disikapi dengan kearifan dan komunikasi yang berkelanjutan.
“Parimo sangat majemuk. Dibutuhkan kebijakan yang bijak, komunikasi yang santun, dan ketegasan menjaga keamanan serta kenyamanan daerah,” ucap Erwin.
Sementara itu, Ketua PD-FPK Parigi Moutong, Arifin Lamalindu, menjelaskan kegiatan sunatan massal tersebut sempat tertunda hingga tiga kali. Penundaan pertama terjadi karena rencana kerja sama dengan Polres Parigi Moutong tidak dapat terlaksana. Penundaan berikutnya disebabkan kesiapan tim medis yang saat itu bertugas di luar daerah.
Arifin mengatakan kegiatan akhirnya dapat terlaksana setelah PD-FPK menggandeng Baznas dan Rumah Sehat Baznas Parigi Moutong. Dari hasil pendataan, peserta berasal dari wilayah terjauh seperti Sidoan dan Sausu, dengan total 115 anak yang mengikuti sunatan massal.
Ia menegaskan keberhasilan kegiatan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, dinas terkait, anggota DPRD, hingga relawan perorangan. Fasilitas tempat dan dukungan medis diperoleh setelah mendapat izin dan arahan langsung dari Bupati Parigi Moutong selaku Ketua Dewan Pembina.
Arifin berharap kegiatan ini menjadi fondasi awal bagi PD-FPK Parimo untuk memperluas kolaborasi sosial ke depan, khususnya bersama Baznas.
“Ini baru langkah awal. Harapan kami, kegiatan sosial FPK ke depan bisa lebih besar dan berkelanjutan. Di mana ada Baznas, di situ ada FPK,” pungkas Arifin.
Laporan: Tommy Noho









