PARIMO, KONTEKS SULAWESI — SMP Negeri 2 Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Memastikan program sekolah full day akan mulai diterapkan usai Idul Fitri. Kebijakan ini langsung menuai respons beragam dari orang tua siswa, mulai dari dukungan hingga keluhan soal waktu mengaji anak.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Parigi, Suardi S.Pd, menegaskan pelaksanaan full day school sudah disosialisasikan kepada wali murid.
“Untuk program ke depan, yang utama kegiatan full day setelah Idul Fitri kita laksanakan. Untuk pelaksanaan sekolah full day kami sudah informasikan ke orang tua siswa,” kata Suardi, kepada media ini Rabu (11/02/2026).
Ia menjelaskan, penyampaian dilakukan berbeda untuk tiap tingkatan kelas. Untuk siswa kelas IX, sosialisasi dilakukan secara langsung dalam pertemuan sekolah.
“Untuk kelas 9 kita sudah sampaikan secara langsung. Untuk kelas 7 dan 8 kita sampaikan lewat grup WhatsApp,” ujarnya.
Menurut Suardi, jumlah orang tua siswa yang mencapai sekitar 500 orang menjadi pertimbangan teknis. Apalagi sebelumnya sudah digelar pertemuan terkait TKA yang sekaligus dimanfaatkan untuk sosialisasi program full day bagi kelas IX.
“Karena kemarin ada pertemuan mengenai TKA, sekalian kami sosialisasikan full day untuk kelas 9. Untuk kelas 7 dan 8 penyampaiannya lewat media sosial,” jelasnya.
Respons orang tua, kata dia, cukup variatif. Sebagian menyampaikan keberatan karena anak masih mengikuti kegiatan mengaji di luar sekolah.
“Respon dari orang tua bervariasi, ada sebagian yang komplain dengan alasan anak-anak masih ada yang mengaji dan beberapa alasan lainnya,” ungkap Suardi.
Namun pihak sekolah memastikan program ini masih dalam tahap uji coba. Evaluasi akan dilakukan sebelum diputuskan menjadi kebijakan permanen.
“Ini baru sekadar uji coba. Setelah itu kita sebarkan angket ke siswa dan para guru untuk melihat responnya seperti apa. Apakah tetap lanjut dan dipermanenkan atau tidak, tergantung hasilnya,” tegasnya.
Ia juga menepis kekhawatiran soal waktu mengaji. Menurutnya, dalam skema full day sudah disiapkan waktu khusus untuk kegiatan keagamaan dan ekstrakurikuler.
“Saya sampaikan ke orang tua murid bahwa dari jam 3 sampai jam 4 itu ada kegiatan, salah satunya mengaji. Jadi sudah bisa dianulir alasan orang tua yang mengatakan setelah pulang sekolah anak-anaknya lanjut mengaji,” katanya.
Dalam jadwal tersebut, satu hari dalam sepekan dialokasikan pukul 15.00 hingga 16.00 WITA untuk pengajian serta kegiatan ekstrakurikuler lain seperti pencak silat, PMI, dan Pramuka.
“Ada satu hari dari jam 3 sampai jam 4 untuk pengajian termasuk kegiatan ekstrakurikuler lainnya seperti pencak silat, PMI, Pramuka dan lain-lain supaya kompetensi anak-anak bisa meningkat,” tutup Suardi.
Laporan: Basrul Idrus









