Erwin Burase Tinjau Sekolah dan Jembatan di Pelosok Baina’a

oleh -20 Dilihat
oleh
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, berfoto bersama siswa, guru, dan warga usai meninjau SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kamis (30/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati memastikan percepatan rehabilitasi sekolah, penyediaan fasilitas belajar, serta peningkatan infrastruktur untuk mendukung akses pendidikan di wilayah terpencil. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, berfoto bersama siswa, guru, dan warga usai meninjau SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kamis (30/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati memastikan percepatan rehabilitasi sekolah, penyediaan fasilitas belajar, serta peningkatan infrastruktur untuk mendukung akses pendidikan di wilayah terpencil. Foto: Diskominfo Parigi Moutong.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Untuk pertama kalinya sejak Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) berdiri pada 2002, seorang bupati menginjakkan kaki di Desa Baina’a Barat, Kecamatan Tinombo. Kunjungan kerja Bupati H. Erwin Burase, Kamis (30/4/2026), menjadi momentum penting setelah puluhan tahun wilayah terpencil tersebut minim perhatian pemerintah.

Dalam kunjungan itu, Bupati meninjau langsung SD Terpencil Baina’a Barat yang kondisinya memprihatinkan. Sekolah tersebut hanya memiliki dua ruang kelas yang digunakan sekitar 70 siswa, dengan dinding dan lantai berbahan kayu yang telah lapuk dan tidak lagi layak digunakan.

Melihat kondisi tersebut, Erwin Burase langsung menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan rehabilitasi sekolah, mengganti dinding dan lantai yang rusak, melengkapi kebutuhan meja, kursi, serta sarana belajar lainnya.

Baca Juga:  KNPI Parimo Desak DPRD Usut Dugaan Sikap Amoral Oknum Legislator Golkar

Selain itu, pemerintah juga diminta memasang instalasi listrik dan jaringan internet karena infrastruktur pendukung telah tersedia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta perbaikan akses jalan menuju sekolah turut menjadi bagian dari langkah yang diprioritaskan.

Usai meninjau sekolah, Bupati melanjutkan kunjungan ke lokasi pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Dusun II dan Dusun III. Proyek yang dikerjakan oleh TNI tersebut telah mencapai progres sekitar 20 persen dan diharapkan dapat mengakhiri risiko yang selama ini dihadapi para pelajar saat menyeberangi sungai menuju sekolah.

Perhatian juga diberikan terhadap ancaman abrasi sungai yang mengancam permukiman warga. Sedikitnya 10 kepala keluarga (KK) dilaporkan berada dalam kondisi rawan akibat terkikis aliran sungai. Bupati menginstruksikan pembangunan bronjong sebagai upaya melindungi rumah warga dari kerusakan yang lebih parah.

Baca Juga:  Momen Khabib di Jakarta hingga Berbagi Kisah Menyentuh Tentang Mendiang Ayahnya

Erwin Burase menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghapus kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan desa terpencil di Kabupaten Parigi Moutong.

“Saya sangat prihatin melihat anak-anak kita belajar di ruang kelas yang dinding dan lantainya sudah lapuk. Pendidikan adalah hak setiap anak Parigi Moutong, tidak boleh ada perbedaan fasilitas antara kota dan desa terpencil. Saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta OPD terkait untuk segera melakukan rehabilitasi total, memasang listrik dan internet di sekolah ini. Jembatan Garuda dan jembatan di dekat kantor desa juga harus segera diselesaikan agar tidak ada lagi anak-anak yang mempertaruhkan keselamatannya saat berangkat ke sekolah. Pemerintah hadir untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Reses di Parigi Tengah, Arnol Serap Keluhan Buruknya Kondisi Jalan

Kunjungan tersebut disambut haru oleh masyarakat Desa Baina’a Barat. Kepala desa dan tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi karena selama 24 tahun berdirinya kabupaten, baru kali ini seorang bupati datang langsung melihat kondisi masyarakat di wilayah terpencil tersebut.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan itu antara lain Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sunarti, Camat Tinombo Muamar, Kepala Desa Bainaa Barat, serta sejumlah pejabat OPD terkait.

“Kami tidak ingin ada lagi wilayah yang tertinggal dari pembangunan. Pemerintah akan terus hadir memastikan pelayanan, pendidikan, dan infrastruktur dapat dirasakan seluruh masyarakat hingga ke pelosok,” pungkas Erwin Burase.

Sumber: Diskominfo Parigi Moutong.