Proyek Revitalisasi SD Inpres Terpencil Sidoan Rp1 Miliar Dihantui Persoalan Material

oleh -206 Dilihat
oleh
Kondisi material kayu pada proyek revitalisasi SD Inpres 4 Terpencil Sidoan yang menjadi sorotan. Foto: Tommy Noho
Kondisi material kayu pada proyek revitalisasi SD Inpres 4 Terpencil Sidoan yang menjadi sorotan. Foto: Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Proyek revitalisasi SD Inpres 4 Terpencil Sija, Desa Sidoan Barat, Kecamatan Sidoan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah senilai Rp1,05 miliar disorot. Material kayu, pekerjaan plafon, rumah guru hingga penggunaan anggaran menjadi perhatian setelah ditemukan sejumlah kondisi yang berbeda dengan keterangan pihak sekolah.

Anggaran revitalisasi yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 itu mencapai Rp1.054.994.760. Paket pekerjaan meliputi rehab bangunan sekolah, pagar, rumah guru, sumur bor serta sejumlah fasilitas pendukung.

Salah satu persoalan yang mencuat adalah penggunaan kayu untuk pekerjaan pembangunan. Kepala SD Inpres 4 Terpencil Sidoan, Erni Andi Beddu, S.Pd., M.Pd., yang di konfirmasi Via Telpon Jum’at ( 25/09/2026) mengatakan, kebutuhan kayu mencapai sekitar 16 kubik, mulai dari balok hingga papan. Namun, menurutnya, jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan pekerjaan.

Baca Juga:  Bupati Parimo Turun Langsung Awasi Revitalisasi Sekolah

Saat dikonfirmasi mengenai kondisi kayu, Erni menyatakan material tersebut layak digunakan karena telah diperiksa tim pengawas.

Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kayu memiliki lubang-lubang kecil yang diduga akibat serangan rayap. Kondisi tersebut berbeda dengan pernyataan pihak sekolah yang menyebut material masih layak digunakan.

Erni membantah kayu tersebut rusak akibat rayap. Ia menegaskan telah memeriksa material ketika kayu diturunkan di lokasi.

Erni juga menyatakan apabila kemudian ditemukan kayu yang benar-benar rusak dan tidak layak, material tersebut akan diganti.

Sorotan berikutnya muncul pada pekerjaan plafon bangunan yang masuk dalam rehab ringan. Bangunan tersebut terdiri atas empat ruang kelas.

Menurut keterangan sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan, bagian plafon di dalam ruangan disebut tidak seluruhnya diganti. Perbaikannya hanya dilakukan dengan penambahan paku dan pengecatan kembali.

Baca Juga:  Raker KONI Parimo, Faisan Badja Tekankan Sinergitas KOK

Pantauan di lapangan juga menunjukkan bagian plafon yang tampak mengalami penggantian berada di bagian depan bangunan. Sementara bagian dalam disebut hanya dilakukan pengecatan.

Keterangan tersebut kembali dibantah Erni. Ia menyatakan plafon bangunan telah diganti seluruhnya.

Hal serupa terlihat pada rumah guru. Meski telah dilakukan pengecatan bagian dalam, sejumlah kerusakan masih tampak. Beberapa papan terlihat keropos, sementara bagian plafon mulai terkelupas.

Erni mengatakan bagian yang rusak tetap akan diganti meskipun sebelumnya sudah dicat. Ia mengaku telah mengingatkan pekerja agar tidak melakukan pengecatan sebelum bagian yang rusak selesai diperbaiki.

Dari total anggaran lebih dari Rp1 miliar, pekerjaan juga mencakup pagar sepanjang 50 meter. Menurut Erni, realisasi pagar bahkan telah melebihi volume tersebut.

Baca Juga:  Bappelitbangda Parigi Moutong Pastikan Anggaran Tepat Sasaran

Ia menjelaskan biaya pengangkutan material menjadi salah satu komponen pengeluaran cukup besar. Untuk satu dam truk pasir yang diangkut menuju lokasi, biaya pengangkutan disebut mencapai sekitar Rp3 juta dengan menggunakan gerobak.

Paket revitalisasi tersebut meliputi rehab ringan satu lokal empat ruangan, rehab berat satu lokal tiga ruangan, pagar, dua rumah guru, dua lapangan voli dan sumur bor.

Dengan besarnya nilai anggaran, kondisi material dan hasil pekerjaan menjadi bagian penting yang perlu dipastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi serta volume pekerjaan. Pihak sekolah sendiri menyatakan bagian yang benar-benar rusak akan tetap dilakukan penggantian.

Erni menegaskan, jika ditemukan material yang tidak layak digunakan, pihaknya akan melakukan penggantian. “Kalau memang rusak dan tidak layak, akan diganti,” pungkasnya.

Laporan: Tommy Noho